nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dia Hasil Pertemuan Golkar dengan Partai Komunis Cina

Nurul Arifin, Jurnalis · Rabu 27 April 2011 08:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 04 27 339 450360 dBX3vnPKoj.jpg Aburizal Bakrie (Foto: Reuters)

SURABAYA- Para petinggi Partai Golkar beberapa waktu lalu mengunjungi Cina untuk bertemu dengan jajaran Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan petinggi Golkar lainnya membahas beberapa hak terkait iklim politik di Asia serta ekonomi.

Dalam acara silaturahim kader Golkar di Hotel Elmi, Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, semalam, pria yang akrab disapa Ical ini mengungkapkan beberapa poin hasil pertemuannya.

Ical mengungkapkan kesamaan posisi Golkar dan PKT yakni sebagai partai pendukung pemerintah.

"Partai Golkar adalah partai pendukung pemerintah Indonesia sedangkan PKT adalah partai pendukung pemerintah di Tiongkok. Saat kunjungan itu, kami bertemu langsung dengan Wakil Presiden Partai Komunis Tiongkok,” ungkap Ical di hadapan kader Golkar, Selasa (26/4/2011) malam.

Dalam pembicaraan itu, Ical membicarakan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. Diharapakan setiap ada permasalahan yang timbul akan diseleseikan sejak awal sehingga tidak akan menyulitkan hubungan kedua negara di kemudian hari.

Selain itu para petinggi kedua partai juga membicarakan situasi politik di Asia Tenggara. Indonesia saat ini memegang posisi penting di Asean, sedangkan Tiongkok adalah negara yang sangat berdekatan dengan anggota-anggota Asean.

"Saya mengusulkan bahwa di dalam Asean itu ada perjanjian tidak ikut campur terhadap permasalahan di internal dalam negeri masing-masing.

Saya juga mengusulkan agar Myanmar dalam menyelesaikan tahap demokrasinya sendiri tidak perlu dipaksa-paksa oleh kekuatan luar. Dan Pemerintah Tiongkok dapat berperan bagaimana demokratisasi di Myanmar dapat berjalan,” beber Ical.

Selain itu, Partai Golkar juga mengajak Tiongkok untuk sama-sama berperan besar menentukan aristektur politik di Asia. Menurrutnya Tiongkok dan Indonesia mempunyai kepentingan dalam kancah politik Asia.

Selain itu juga menentukan tatanan sosial untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Selanjutnya, lanjut Ical, Partai Golkar juga melihat bagaimana kehidupan Muslim di Cina. Ical mengungkapkan, meski minoritas muslim Tiongkok yang berjumlah sekira 80 Juta mendapat perlindungan dari permerintah.

“Kita banyak mempelajari apa saja yang baik di negeri komunis itu. Nabi saja mengatakan untuk belajar sampai ke negeri Cina. Dan ternyata meski Tiongkok tertinggal 20 tahun dalam pembangunan dengan Indonesia namun negeri itu saat ini lebih maju,” ucapnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini