Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkubur 11 Tahun, Tulang Nyi Bodro Masih Utuh

Danang Kurniawan , Jurnalis-Rabu, 11 Mei 2011 |14:29 WIB
Terkubur 11 Tahun, Tulang Nyi Bodro Masih Utuh
Mahasiswa dan Dosen Biologi UGM mengamati tulang Gajah Nyi Bodro (Foto: Danang K/okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA– Tulang Gajah Nyi Bodro yang sudah dikubur selama 11 tahun di Gajahan, Kompleks Alun-Alun Selatan, Yogyakarta, kondisinya masih bagus. Penggalian kuburan gajah itu sudah berjalan selama enam hari sejak 4 Mei lalu.

Selama itu pula, hampir 90 persen kondisi tulang Gajah Nyi Bodro masih dalam keadaan utuh.

“Penggalian sudah hampir selesai. Kondisi tulang gajah mulai dari kepala hingga bagian ekor tidak mengalami kerusakan berarti di sisi kiri. Hanya sebagian kecil saja yang mengalami kerusakan,” ucap Staf Pengajar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Donan Satria Yudha di lokasi penggalian kuburan gajah baru-baru ini.

Donan menambahkan, hampir semua bentuk tulang terlihat jelas. Hanya sisi kanan (bagian bawah) belum terlihat dengan baik. “Ada bagian tulang yang sudah rapuh termakan usia. Namun, sisa-sisa tulang yang rapuh itu kita kumpulkan dalam kantong plastik dan ditempatkan pada sisi yang rapuh itu,” ucapnya.

Pihak dekanat sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Keraton Yogyakarta terkait penggangkatan tulang gajah Nyi Bodro itu. “Kami meminta supaya Sultan atau kerabat keraton melihat langsung kondisi tulang gajah ini. Selanjutnya, tulang gajah akan kami angkat ke permukaan,” urainya.

Mungkin dalam waktu dekat, kata Donan, setelah keraton menyaksikan tulang Gajah bisa langsung dinaikan ke permukaan. “Saya tidak bisa memastikan, namun setelah pihak keraton menyaksikan bisa langsung diangkat,” ucapnya.

Kerangka Gajah Nyi Bodro setelah disusun kembali akan dipajang di Museum Biologi UGM Yogyakarta. “Harapan kami supaya lebih bermanfaat khususnya di dunia pendidikan, daripada lebur menjadi tanah,” kata GBPH Prabukusumo, saat mengawali penggalian kuburan gajah.

Adik Sri Sultan Hamengkubuono ini menceritakan, Gajah yang digali kuburnya itu berusia 29 tahun. Gajah yang diberi nama Nyi Bodro tersebut ditangkap di Binjai Sumatra Utara pada 10 Maret 1987. Saat itu, Nyi Bodro diperkirakan berusia 16 tahun. Nyi Bodro kemudian dibawa ke Yogyakarta pada 1996.

“Nyi Bodro pernah melahirkan pada 1998. Anaknya jantan. Nyi Bodro mati karena sakit pada 2000 lalu,” urainya.  

Dekan Fakultas Biologi UGM, Peni Retno Sancayaningsih menambahkan, setelah makam dibongkar, tulang Nyi Bodro akan dibersihkan, kemudian diawetkan, setelah itu baru disusun kembali. “Setelah tersusun rapi nanti, kita akan tampilkan Gajah itu di display pameran Museum (Biologi UGM),” paparnya. 

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement