DAMASKUS - Aparat keamanan menembak 34 orang, termasuk diantaranya anak-anak, saat para demonstran melakukan aksi protes pro demokrasi yang masih berlangsung hingga kini. Para demonstran menyerukan kebebasan terhadap pengekangan.
Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama berpendapat bahwa AS sangat prihatin terhadap kasus ini. Demikian yang dilansir AFP, Sabtu (21/5/2011).
UNHCR dan pengawas HAM mengatakan bahwa banyak warga Suriah yang lari ke Libanon untuk menghindari kekerasan di negaranya.
Akibat aksi tersebuut beberapa orang terbunuh, diantaranya anak-anak berusia 12 tahun terbunuh di kota Homs.
Selain itu, 15 orang tewas di Maaret Al-Naaman, bagian barat Idlib. Informasi tersebut diberikan oleh seorang aktivis.
Mereka juga mengatakan bahwa sejumlah demonstran terbunuh, dibeberapa tempat lainnya yakni, dua orang terbunuh di Daara, tempat para demonstran berkumpul, satu orang di daerah suburban Damaskus, Daraya, satu orang di kota pelabuhan Latakia, dua orang di bagian timur Deir Ezzor dan satu di kota Hama.
"Korban di Maaret Al-Naaman ditembaki di jalan masuk kota dimana masyarakat dari kota yang berdekatan berkumpul untuk bergabung dalam demonstrasi," ujar aktivis.
"Di Banias, ribuan pria, wanita dan anak anak berbaris dan berjalan. Banyak diantara pria bertelanjang dada untuk menunjukkan bahwa mereka bertangan kosong dan tanpa pelindung," demikian menurut Rami Abdel Rahman, pengawas HAM Suriah.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.