JAKARTA- Penerjun payung, Yudo Baskoro (53) dikenal mencintai olahraga dirgantara, terjun payung. Meski dia berasal dari keluarga sipil, sejak umur 16 tahun telah menggeluti olahraga terjun payung.
“Yudo warga sipil tapi suka dengan dirgantara. Sejak 16 tahun sudah cinta dengan olahraga dirgantara,” kata Kerabat, Yudo, Yudha Irlang, kepada okezone, di Jakarta, Senin (13/6/2011).
Yudo mengatakan kecintaannya terhadap olahraga tersebut dipengaruhi ayahnya, Soemadi yang gemar mengemudikan pesawat terbang. Diang sangat menyenagi olahraga tersebut, sehingga setiap ada kegiatan dia selalu ikut.
Dia mengalami kecelakaan saat menyelamatkan muridnya yang kesulitan membuka parasut. Nahas payungnya juga tidak terbuka saat berada di ketinggian sekira 500 meter dari permukaan tanah.
“Sebenernya ingin menolong siswanya. Tapi malah dua-duanya meninggal,” tambahnya.
Yudha terakhir kali berkomunikasi saat dia memberikan pesan pendek kepada Yudo. Dia merasa kehilangan atas kejadan itu.
“Minggu lalu saya sempat SMS. Dia bilang pas dia ke Jakarta dia tak sempet ketemu sama kita,” tandasnya.
(Taufik Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.