JAKARTA- Suasana duka menghiasi kediaman Yudho Baskoro di Jalan Anggur I nomor 8, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa rekan Yudho masih belum percaya atas kepergian laki-laki berusia 53 tersebut.
Sri Yuliastuti, salah satu rekan almarhum yang saat kejadian melakukan terjun payung bersama mengatakan, tidak ada yang salah dengan persiapan terjun payung yang dilakukan Yudho dan Yonas Krisna.
"Persiapan nggak ada yang salah, ini cuma nasib saja, kondisi payungnya terbuka jadi bukan kesalahan payung," ujarnya, Senin (13/6/2011).
Dengan mata berbinar, kepada okezone dia menuturkan tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian. Kata dia, Yudho dan Yonas mendarat secara bersamaan, dari ketinggian dia melihat dua rekannya sudah mendarat berdekatan sekira empat meter.
Rentang waktu pendaratan Yudho dan Yonas dan dirinya diperkirakan sekira lima menit. Dia meyakini dengan kualifikasi Yudho sebagai instruktur penerjun mempunyai rasa tanggung jawab untuk menolong Yonas.
"Yudho ini kan kualifikasinya instruktur makanya punya rasa tanggung jawab untuk membukakan parasut temannya. Saya sempat melihat parasut terbuka kemudian tertutup lagi jadi posisinya sudah hilang dari ketinggian," terangnya.
Tuti biasa dia dipanggil mengaku sangat meneladani sosok Yudho. Menurutnya Yudho yang sudah 5.038 kali terjun payung bisa dikatakan pioneer terjun payung Indonesia. Prestasinya, kata Tuti sangat gemilang. Tercatat sempat empat kali memecahkan rekor dunia.
"Beliau teman yang baik, sering memberi support. Saya kenal sejak tahun 80-an, saat itu beliau sudah terkenal jadi penerjun tapi saya mulai kenal dekat pada Februari kemarin," ujarnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.