TRIPOLI - Keluarga para korban tewas bombardir NATO berencana untuk meminta bantuan Pemerintah Libya untuk menuntut NATO.
MOhammed Ali Gurari menyatakan, dia kehilangan putri bernama Karima, menantu bernama Abdullah, serta dua cucu, Jumanah dan Khaled, masing-masing berusia tujuh bulan dan dua tahun.
"Bila ada kesempatan saya akan bicara ke Perdana Menteri Inggris David Cameron. Saya akan menyuruhnya berhenti. Inikah yang dimanakan perlindungan?" ujar Gurari yang berdiri di reruntuhan bangunan rumahnya seperti dikutip Sky News, Kamis (7/7/2011).
"Kurang dari satu menit, rumah kami hancur ketika kami tertidur," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Libya mengklaim sembilan warga sipil tewas akibat serangan NATO.
Bombardir yang dilancarkan oleh NATO belakangan ini sering menewaskan warga sipil. Rusia pun mengecam serangan NATO itu.
Meski demikian, Pemimpin Libya Moammar Khadafi masih tetap berperang melawan pemberontak yang berusaha melemahkan kekuatannya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.