Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

ASEAN Sambut Positif Pertemuan Dua Korea di Bali

Rohmat , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2011 |19:09 WIB
ASEAN Sambut Positif Pertemuan Dua Korea di Bali
Pertemuan ARF Bali (Foto: Reuters)
A
A
A

NUSA DUA - Pertemuan delegasi Korea Utara (Korsel) dan Korea Selatan (Korsel) di sela pertemuan ASEAN Regional Forum (ARF) ke-18 di Bali, disambut positif ASEAN yang dinilai merupakan terobosan penting dalam upaya damai mencari penyelesaian program nuklir Korut.


"Ada terobosan penting dalam masalah Korut dan Korsel. Konon pada tingkat teknis dan ketua delegasi Six Party Talks telah mengadakan pertemuan di Bali," kata Menteri Luar Negeri RI Marty M Natalegawa saat jumpa pers di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Jumat (22/7/2011). 

Menurut Marty, meskipun bukan sesuatu yang tidak terkait ASEAN+ 3 (ASEAN plus three), ASEAN+ 2 (ASEAN plus two), namun adanya pertemuan tersebut menunjukkan bahwa forum tersebut bisa memberi manfaat.

Dia mengatakan, "kontribusi dari pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan mitra dialog yang berlangsung lima hari ini, tidak harus selalu memberikan dalam bentuk dokumen".

"Saya ingin ingatkan, bahwa Indonesia tidak tertarik untuk menambah outcome dokumen. Kita ingin sesuatu yang konkrit," tegas mantan Dubes RI untuk Inggris ini. 
Marty mengklaim dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan bersama para pejabat tinggi ASEAN itu telah menghasilkan beberapa perkembangan penting dalam berbagai isu pembahasan.

Perkembangan itu bisa dilihat mulai kesepakatan yang dicapai ASEAN sebagai zona kawasan bebas nuklir, penanganan manajemen bencana alam, pembahasan konlfik laut China Selatan hingga Semenanjung Korea. "Ini merupakan perkembangan yang tidak bisa diremehkan," tegas Marty.

Pertemuan ARF masih akan berlangsung hingga Minggu, hanya saja Marty tidak berani memastikan apakah akan ada pertemuan lanjutan Six Party Talks di Bali. Hanya saja, kemungkinan akan adanya pertemuan tingkat pejabat tinggi.

"Apakah ada pertemuan dua Menlu di ruangan sama, saya tidak bisa prediksi. Ini bukan pada tingkatan personality, deisift Korea sudah sedemikian rupa, sehingga kita jangan membuat tolak ukur kemajuan itu pada adannya pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri," katanya mengingatkan. 

Bagi Indonesia, sambung Marty, situasi saat ini sudah bergerak mencairkan situasi dan sudah normal. "Paling tidak bertemunya secara diplomasi itu, silakan debat tidak ada masalah, lebih baik debat dari pada tembak-tembakan," ujarnya sembari senyum.

Pada pertemuan ARF, Sabtu besok, pihaknya berharap tidak ada lagi forum berkembang menjadi ajang saling menyalahkan. 
"Saya tidak mau forum ARF jadi ajang untuk mempertajam perbedaan, itu sudah jelas, saya ingin ARF bisa menjadi ajang cari solusi. Ini akan saya kelola pendekatan yang tepat malam ini," tutupnya. 

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement