Khadafi berpakaian militer (Foto: AP)
SIRTE - Tewasnya mantan Pemimpin Libya Muammar Khadafi mengingatkan dunia pada tokoh-tokoh diktator yang tumbang dari kekuasaan melalui berbagai peristiwa.
Sejumlah diktator menorehkan nama mereka dengan menciptakan stabilitas melalui kekuasaan tangan besi. Sering kali mereka mengorbankan nyawa rakyat mereka sendiri.
Revolusi Arab yang muncul melalui serangkaian gerakan unjuk rasa antipemerintah telah menggulingkan dua pemimpin Arab, Presiden Mesir Hosni Mubarak dan Presiden Tunisia Zine el-Abidine ben Ali. Hosni Mubarak merupakan presiden Mesir pada 1981 hingga 2011.
Dia dipilih sebagai wakil presiden Mesir pada 1975 dan menjadi presiden pada 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan terhadap Presiden Anwar Sadat. Mubarak baru terguling dari kekuasaan setelah 18 hari unjuk rasa selama revolusi Mesir 2011, pada 11 Februari.Saat ini proses pengadilan terhadap Mubarak masih berlangsung dalam beberapa kasus. Adapun Zine el-Abidine ben Ali merupakan presiden Tunisia yang berkuasa sejak 1987 hingga 2011.
Ben Ali dipilih sebagai perdana menteri (PM) Tunisia pada Oktober 1987 dan dia menjadi presiden pada 7 November 1987 melalui kudeta tak berdarah. Pada 14 Januari 2011, setelah satu bulan unjuk rasa melawan pemerintahannya, dia terpaksa melarikan diri ke Arab Saudi bersama istrinya Leïla ben Ali dan tiga anak mereka.
Dia dan istrinya divonis in absentia selama 35 tahun di penjara pada 20 Juni 2011. Setelah Mubarak dan Ben Ali,publik juga masih mengingat nasib tragis mantan Presiden Irak Saddam Hussein.
Saddam merupakan presiden Irak yang menjabat sejak 16 Juli 1979 hingga 9 April 2003. Pada Maret 2003,koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Inggris menginvasi Irak untuk menjatuhkan Saddam. Saat invasi itu Saddam bersembunyi dan baru tertangkap pada 13 Desember 2003 saat Operasi Fajar Merah.
Pengadilan terhadap Saddam dilakukan pemerintahan sementara Irak. Pada 5 November 2006 dia divonis dalam dakwaan pembunuhan terhadap 148 Syiah Irak pada 1982 dan dihukum mati dengan digantung. Eksekusi Saddam dilakukan pada 30 Desember 2006.
Sementara itu, Saparmurat Atayevich Niyazov merupakan presiden Turkmenistan yang berkuasa sejak 2 November 1990 hingga meninggal dunia pada 2006. Sosok diktator lainnya adalah Slobodan Milosevic yang menjadi presiden Serbia dan Yugoslavia. Dia menjadi presiden Republik Sosialis Serbia dan Republik Serbia dari 1989 hingga 1997 dalam tiga periode dan menjadi presiden Republik Federal Yugoslavia dari 1997 hingga 2000.
Pada pertengahan 1999, N. Milocevic didakwa sebagai penjahat perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam perang di Bosnia, Kroasia, dan Kosovo oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekasYugoslavia (ICTY).
Selama lima tahun proses pengadilan, Milosevic menolak didampingi pengacara. Pengadilan tak pernah memvonisnya karena dia meninggal pada 11 Maret 2006 di sel penjaranya di Den Haag,Belanda. Nama diktator lain yang menghiasi catatan merah sejarah adalah Augusto José Ramón Pinochet Ugarte.
Dia merupakan jenderal angkatan darat Cile dan pemimpin militer yang berkuasa melalui kudeta pada 11 September 1973. Namun setelah dia tidak berkuasa, pengadilan menyatakan Pinochet secara medis dapat diadili dan dia berada dalam tahanan rumah.
Pada saat dia meninggal dunia pada 10 Desember 2006, sebanyak 300 dakwaan kejahatan masih diajukan terhadapnya di Cile atas berbagai pelanggaran HAM, penggelapan pajak, dan korupsi selama 17 tahun pemerintahannya.
Daftar diktator juga memuat nama Nicolae Ceausescu yang memimpin Rumania pada 1967–1989. Dekade pertama pemerintahannya ditandai dengan kebijakan terbuka terhadap Eropa Barat dan AS.
Namun dekade kedua kepemimpinannya ditandai dengan tindakan brutal dan represif. Pemerintahannya terguling melalui revolusi rakyat pada Desember 1989.
Dia dan istrinya dieksekusi setelah dua jam proses pengadilan. Eksekusi terhadapnya ditayangkan di televisi. Mobutu Sese Seko juga menorehkan namanya sebagai pemimpin diktator.Dia merupakan presiden Republik Demokrat Kongo pada 1965 hingga 1997.
Sedangkan Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos merupakan diktator yang berkuasa di Filipina dengan jabatannya sebagai presiden pada 1965 hingga 1986.Pada 1983, pemerintahannya dituduh terlibat dalam pembunuhan lawan politik utamanya, Benigno Aquino.
Kemarahan publik terhadap pembunuhan itu menyulut Revolusi Kekuatan Rakyat pada Februari 1986 yang menggulingkannya dari kekuasaan dan dia mengasingkan diri ke Hawaii.Marcos meninggal dunia pada 1986 di pengasingannya.
Keinginannya untuk dikubur di Filipina tak terpenuhi hingga saat ini karena pemerintah terus menolak permintaan dari keluarga.Mayatnya diawetkan dan dipamerkan dalam peti kaca di sebuah museum. (Syarifudin/Koran Sindo/ Faj)
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.