DUBAI - Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz al Saud akan segera melantik Pangeran Nayef sebagai putra mahkota hari ini untuk melancarkan suksesi tahta Kerajaan Arab Saudi.
Nayef segera menggantikan posisi Pangeran Sultan yang wafat Sabtu pekan lalu di New York, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu pekan lalu. Seiring dengan memburuknya kondisi kesehatan Raja Abdullah, peranan putra mahkota pun akan cukup berat.
Dewan Kesetiaan yang dibentuk oleh Raja Abdullah pada 2006 lalu, akan mengangkat putra mahkota baru setelah para hadirin berkabung atas wafatnya Pangeran Sultan. Demikian seperti diberitakan Reuters, Kamis (27/10/2011).
Pada upacara pemakaman Pangeran Sultan, Raja Abdullah tampil dengan maskernya dan menerima belasungkawa dari para petinggi negara yang menghadiri upacara pemakaman Pangeran Sultan. Raja Abdullah juga akan segera menjalani operasi yang kedua.
Diketahui, Pangeran Nayef lahir pada 1933 silam, dirinya dinyatakan sebagai seorang konservatif dan antireformasi oleh kelompok liberal Arab Saudi. Nayef saat ini juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Arab Saudi.
Perombakan kabinet tampaknya akan segera dilakukan oleh Raja Abdullah menyusul pengangkatan Pangeran Nayef sebagai putra mahkota. Gubernur Kota Riyadh, Pangeran Salman yang merupakan adik dari Pangeran Sultan dan Nayef mungkin akan diberikan jabatan baru yakni Menteri Pertahanan Arab Saudi, menggantikan posisi Pangeran Sultan. Namun, muncul pula dugaan, Menteri Pertahanan Arab Saudi akan dijabat oleh putra dari Pangeran Sultan, Pangeran Khaled.
Pangeran Nayef tentunya akan menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri dan seorang pangeran akan segera menduduki jabatan tersebut.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.