BANDUNG - Ketika seorang dokter gigi memeriksa pasiennya, sering kali menyarankan pasien untuk melalukan foto rontgen agar memudahkannya menganilisa kasus yang dialami pasien secara detail. Namun cukup banyak pasien yang tidak perlu khawatir, karena akan terkena efek radiasi dari sinar X yang memapar kepala mereka.
Untuk itu, ada baiknya dokter gigi harus mengetahui pentingnya radiologi dalam kedokteran gigi sejak dini. Hal itu diungkapkan oleh Dokter Gigi LUsi Epsilawati pada acara seminar Radiologi di Universitas Padjadjaran (Unpad) baru-baru ini.
"Bagaimanapun, sinar X yang ada dalam teknologi ini mau tidak mau ada efek radiasinya, ada efek sampingnya. Di sini akan diperkenalkan dan disosialisakan bagaimana cara penggunaan yang baik dan benar sekaligus cara membaca diagnosanya," kata Lusi dikutip dari laman Unpad, Selasa (1/11/2011).
Lusi menjelaskan, Radiologi kedokteran gigi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari pencitraan dentomaxillofacial yang meliputi jaringan gigi dan mulut, rahang, beserta tulang yang ada di daerah wajah dan leher. Menurutnya, kebutuhan akan pencitraan memang sangat penting untuk mendukung diagnosa penyakit.
"Perkembangan ilmu pencitraan di bidang kedokteran gigi semakin hari semakin pesat, maka penting para dokter gigi dibekali pemahaman dan pengetahuan perkembangan ilmu terkini dalam bidang radiologi," tambahnya.
Lusi pun menerangkan, dalam radiologi dewasa ini ada yang disebut dengan 3 dimensi (3D) dan 4 dimensi.
"Kalau kita gunakan 3D yang kita dapat bukan dalam kertas film, tapi dalam bentu soft file dan bisa kita buka di komputer. Nah, nyatanya masih banyak dokter gigi yang belum paham dan familiar dengan itu," bebernya.
Kalau ada kasus sulit, menurut Lusi, para pasien tidak perlu lagi menkonsul dengan foto yang biasa tapi dengan CBCT-3D. Alat ini di Indonesia ada di beberapa universitas, bahkan sudah ada di banyak rumah sakit swasta. Namun, Lusi mengakui perkembangan teknologi ini di Indonesia jauh terlambat.
"Di luar negeri sendiri sudah banyak yang menggunakan 4 Dimensi. Jadi gambarnya sudah bisa bergerak," tegasnya.
Lusi pun memberitahukan, spesialis dalam bidang ilmu radiologi di kedokteran gigi hanya ada 18 orang di seluruh Indonesia. "Nah, kebetulan di Unpad ada jenjang spesialis radiologi kedokteran gigi, satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di Unpad," kata Lusi.
Meski demikian, Lusi mengakui, banyak universitas-universitas yang mengirimkan stafnya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.