JAKARTA- Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengakui jembatan kutai kartanegara dalam kondisi yang kurang terawat. Namun kondisi material jembatan dalam keadaan yang baik.
"Dua hari sebelum runtuh dilakukan pengamatan visual. Jembatan kurang terawat meski kondisi material baik," kata Djoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/12/2011).
Djoko juga mengatakan saat itu sedang dilakukan rehabilitasi jembatan oleh kontraktor PT Bukaka. Perbaikan yang dilakukan diantaranya penyesuaian chamber lantai jembatan, penggantian baut klem, pengencangan baut klem, pengecekan dan pengencangan baut rangka baja. "Rehabilitasi lengkunagn ke atas, penggantian dan pengencangan baut baja," kata Djoko.
Sebelumnya, PT Bukaka Teknik Utama, kontraktor swasta yang memenangkan tender Pekerjaan Umum (Kutai) untuk memperbaiki jembatan Kukar (Kutai-Kartanegara) menyatakan belum memulai perbaikannya saat jembatan tersebut runtuh.
"Bukaka mendapat tender perbaikan jembatan kukar dari Kementerian PU daerah Kutai selama dua bulan terhitung dari akhir Oktober sampai Desember. Jadi ibaratnya kita dapat tender untuk mengencangkan baut-baut jembatan itu,'" ujar Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama Irsal Kamarudin.
Irsal menjelaskan, pada saat jembatan Kukar runtuh Sabtu 26 November kemarin, pihaknya baru mencapai tahap persiapan untuk perbaikan jembatan. "Belum memperbaiki, kita baru persiapan selama dua hari karena banyak kabel-kabel dan baut-baut itu di kolong jembatan. Jadi kalau sudah selesai, kita baru akan minta izin ke PU untuk melaksanakan (perbaikan), ternyata ceritanya lain," lanjutnya.
Demi memperbaiki jembatan yang kerap disebut Golden Gate Indonesia ini, PT Bukaka Teknik Utama memenangkan tender tersebut sebesar Rp2,7 miliar dari pemerintah daerah dan PU Kutai Kartanegara.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.