Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Tragedi Rawagede

Permintaan Maaf Belanda karena Tekanan Dunia

Permintaan Maaf Belanda karena Tekanan Dunia
(Foto: rnw.nl)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin berpendapat, permintaan maaf yang disampaikan Belanda terhadap para korban Tragedi Rawagede karena ada tekananan dari dunia internasional.

"Karenakan Belanda adalah negara yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia, kalau dia tidak minta maaf terhadap Indonesia dia tidak memberikan contoh yang baik terhadap Dunia," katanya saat dihubungi okezone, Minggu (11/12/2011) malam.

Selain itu, kata Hasanudin, permintaan maaf pemerintah Belanda itu sebagai follow up dari putusan Pengadilan Den Haag, Belanda, dalam kasus pembantaian di Rawagede, Karawang.

"Sebelumnya kan (Belanda) tidak mau minta maaf. Terpaksa meminta maaf karena masalah Rawagede sudah diajukan oleh hakim," tambahnya. Menurut politikus PDI Perjuangan ini, Belanda juga mengakui hal ini hanya dalam kasus kasus kejahatan HAM.

Jika Belanda secara fair mengakuinya secara historis, pemerintah Indonesia berhak meminta ganti rugi dalam beberapa agresi militer Belanda.

"Kalau tidak mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 maka aksi militer I dan II Belanda itu dianggap sebagai agresor. Kalau diakuinya dia harus membayar perampasan perang, untuk pemulihan," tutupnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement