Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Rawagede: Ketika Belanda Memburu Begundal & Singa Karawang

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 09 Desember 2015 |13:17 WIB
Tragedi Rawagede: Ketika Belanda Memburu Begundal & Singa Karawang
Ilustrasi Tentara Belanda (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Enam dekade silam, ratusan warga di sebuah desa di Karawang, Jawa Barat, dibantai dengan keji di mana saat ini peristiwa itu dikenal dengan sebutan tragedi pembantaian Rawagede.

Majoor Alphonse Wijman, Komandan Koninklijke Landmaacht (KL) atau Angkatan Darat Kerajaan Belanda dari Eerste Divisie 7 Desember sektor Cikampek, memerintahkan sekira 300 anak buahnya untuk menghabisi lebih dari 400 warga Desa Rawagede (kini Desa Balongsari, Karawang), 9 Desember 1947.

Desa Rawagede diserbu demi memburu sejumlah tokoh TNI dan laskar perjuangan, seperti Kapten Madmuin Hasibuan dari satuan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), Kapten Lukas Kustario dari Siliwangi yang dikenal dengan julukan “Begundal Karawang”, serta pimpinan Laskar Hisbullah, KH Noer Ali yang berjuluk Singa Karawang-Bekasi.

Disebutkan, sehari sebelum serbuan tentara Belanda, 8 Desember 1947, Kapten Madmuin, Kapten Lukas dan KH Noer Ali, mengadakan pertemuan di Rawagede. Belanda sedianya tahu adanya pertemuan itu dari mata-mata pro Belanda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement