JAKARTA – Demi mendapatkan informasi terkait salah satu tokoh lokal TNI, Kapten Lukas Kustario, pasukan Belanda rela menjejerkan lebih dari 400 warga Desa Rawagede dan menghabisinya ketika tak sepatah kata pun keluar soal informasi yang diinginkan.
Kini, peristiwa yang terjadi pada 9 Desember 1947 itu lebih dikenal dengan tragedi pembantaian Rawagede.
Pasukan Koninklijke Landmaacht (KL) atau Angkatan Darat Kerajaan Belanda dari Eerste Divisie 7 December sektor Cikampek pimpinan Majoor Alphonse Wijman, saat itu ‘ngebet’ mencari informasi keberadaan Lukas, salah satu perwira TNI Siliwangi sektor Karawang.
Lukas diburu Belanda lantaran sering bikin ulah. Pasalnya, banyak kejadian kereta dari arah Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya, terguling karena rel keretanya disabotase.