Kisah lain, Lukas pernah menjarah senjata dan logistik Belanda, setelah mencegat kereta dengan mengenakan seragam Belanda. Ketika kereta tersebut berhenti, anak-anak buahnya dari sisi kiri dan kanan kereta langsung kontak senjata, hingga akhirnya logistik Belanda berhasil dirampas.
Satu hari sebelum Belanda menghabisi ratusan nyawa warga Desa Rawagede (kini Desa Balongsari, Karawang), sedianya Lukas bersama Kapten Madmuin Hasibuan dan pimpinan Laskar Hisbullah, KH Noer Ali, diketahui mengadakan rapat koordinasi antara TNI dan laskar-laskar wilayah Bekasi-Karawang, dari mata-mata pro Belanda.
Beruntung, di sore itu juga mereka sudah angkat kaki dari Desa Rawagede, menghindari sergapan Belanda yang memburu sang “Begundal Karawang” (julukan Lukas) dan “Singa Bekasi-Karawang” (julukan KH Noer Ali).
Pasca-mengadakan rapat, Lukas pun bertolak menuju Tambun dengan tujuan Cililitan. Lukas berencana kembali melakukan raid atau serangan dadakan ke beberapa pos Belanda.