Pusat Studi ASEAN Pertama di Indonesia

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 17 Desember 2011 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 17 373 543656 3UmIaUw2Ic.jpg Ilustrasi: ist.

JAKARTA - Agar seimbang, studi dan riset perlu juga dikembangkan dalam bidang sosial, tidak hanya ilmu pasti.

Langkah inilah yang ditempuh oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dengan membuka tiga pusat kajian tentang ASEAN, perdagangan, serta hukum dan hak asasi manusia (HAM). Ketiga pusat kajian itu adalah Center of ASEAN Study, Center of Trade & WTO Policy, dan Center of International Human Rights & Humanitarian Law Studies.

Dekan FH Undip Yos Johan Utama ketika membuka Center of ASEAN Study di sela-sela Seminar Internasional "Asean  Community in Global Community of Nations", kemarin, menyatakan, pusat kajian ini nantinya tidak hanya bergelut di bidang hukum, tetapi juga sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

"Kehadiran Center Of ASEAN Study pertama di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan pemikiran mengenai berbagai bidang di wilayah ASEAN," kata Yos seperti dikutip dari situs Undip, Sabtu (17/12/2011).

Pusat kajian ini akan menggelar berbagai riset, seminar, dan kolaborasi dengan pusat studi ASEAN di berbagai negara Asia Tenggara.

Yos mengimbuhkan, nantinya, kerja sama itu diharapkan akan memunculkan kesamaan sikap dari para akademisi di ASEAN dalam berbagai bidang.

"Kesamaan sikap itu akan menjadi amunisi untuk mendorong kemajuan ASEAN seperti yang terjadi dengan Uni Eropa," Yos memaparkan. 

Untuk itu, pusat studi ASEAN di Undip ini pun tidak hanya akan merekrut tenaga ahli di bidang hukum, tapi berbagai bidang lainnya. Kolaborasi juga akan dilakukan dengan berbagai fakultas dan perguruan tinggi lain yang memiliki minat pada kajian ASEAN.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini