NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengibarkan bendera setengah tiang di markasnya di Kota New York untuk menghormati mendiang mantan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il.
Juru bicara PBB Choi Soung-ah mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang merupakan hal yang umum dilakukan bila ada salah satu pimpinan negara anggota PBB meninggal dunia.
Meski demikian, LSM UN Watch langsung berkomentar, dunia seharusnya tidak melupakan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim Korut terhadap para warganya.
"Hari ini, akan menjadi waktu bagi PBB untuk menunjukkan solidaritas bagi para korban warga Korut yang kelaparan dan tertekan oleh rezim Kim," ujar Direktur UN Watch Hillel Neuer, seperti dikutip AFP, Kamis (29/12/2011).
Pada saat Kim Jong Il wafat, PBB juga sempat mengadakan penghormatan di Sidang Majelis Umum, namun penghormatan itu langsung diboikot oleh beberapa negara yang anti-Korut. Mereka adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan beberapa negara Eropa.
Puluhan ribu warga Korut meratapi kematian Kim Jong Il pada prosesi pemakaman, Rabu kemarin. Jenazah Kim diangkut dengan menggunakan mobil dan putranya, Kim Jong Un berjalan di samping mobil yang mengangkut jenazah ayahnya.
Prosesi pemakaman Kim dilaksakan di tengah turunnya salju. Sosok Kim Jong Il tampaknya menjadi salah satu figur yang dikultuskan oleh warga Korut.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.