Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usaha Mahasiswa Harvard Cetak Rekor Menelepon Terlama

Hanna Meinita , Jurnalis-Selasa, 24 Januari 2012 |12:18 WIB
Usaha Mahasiswa Harvard Cetak Rekor Menelepon Terlama
Foto: Dua mahasiswa Harvard University berusaha mencetak rekor dengan durasi telepon terlama di dunia. (The Crimson)
A
A
A

MASSACHUSETTS - Dua mahasiswa Harvard University berusaha mencetak rekor dengan durasi telepon terlama di dunia versi Guinness Book of World Records. Akhir pekan lalu, Eric R. Brewster dan Avery A. Leonard berhasil melakukan percakapan telepon selama 46 jam, 12 menit, 52 detik, dan 228 milidetik.
 
Namun dalam aksinya, Brewster dan Leonard tidak sendiri. Instalasi seni pertunjukan ini merupakan hasil kreasi perdana dari grup seni mahasiswa baru, Harvard Generalist.
 
Manajer Panggung Ginny C Fahs menyatakan pertunjukan ini sama seperti kompetisi atletik karena membutuhkan daya tahan yang ekstrim. “Hal ini menguras fisik, mental, dan emosional. Namun karenanya, kami bisa mengeksplorasi seni dan olahraga,” jelas Fahs.
 
Agar bisa mencetak rekor, Brewster dan Leonard harus mengikuti sejumlah aturan yang dibuat Guinness. Brewster dan Leonard diizinkan untuk beristirahat selama lima menit pada setiap jam.
 
Selain itu, mereka tidak boleh menggunakan daftar topik yang akan dibicarakan. Ini berguna agar pembicaraan di telepon terdengar natural, dan mereka juga tidak boleh diam selama lebih dari sepuluh detik.
 
Namun aksi keduanya belum dinyatakan secara resmi sebagai rekor dunia baru. Guinness baru akan meninjau percakapan selama dua hari ini, yang telah difilmkan secara keseluruhan, untuk memverifikasi apakah mereka telah mematuhi peraturan Guinness.
 
Selama menelepon, ada orang ‘pengawas’ dari Generalist, yang memantau aksi Brewster dan Leonard. Mereka memastikan aksi tetap berlangsung. Selain itu, ada juga penjaga resmi dari Guinness yang memantau waktu.
 
Selama delapan jam pertama saya berada di sini, mereka sangat bersemangat dan memiliki topik yang original," kata seorang pencatat waktu, Christian M. Trippe. "Kini, Anda bisa melihat kelelahan mereka, dan mereka siap untuk tidur. Anda bisa melihat mereka mengoceh seiring berjalannya waktu.” Demikian seperti dikutip dari The Crimson, Selasa (24/1/2012).
 
Selama menelepon hampir dua hari, Brewster dan Leonard ditempatkan di sebuah ruangan teater yang dipenuhi bantal. Anggota Generalist menyatakan godaan untuk tidur dan membaca keras-keras sebagai pengganti percakapan asli merupakan ancaman terbesar bagi keduanya. Oleh karena itu, ruangan dipenuhi dengan bantal, buku, dan selimut.
 
Namun Brewster dan Leonard tidak sendiri. Generalist mengundang penonton untuk terlibat dalam kegiatan ini. Penonton dilibatkan dengan mendekorasi ruangan, mengepang rambut Leonard, memijat kaki Brewster, dan bermain sejumlah permainan dengan Brewster dan Leonard.
 
Apa yang kami inginkan adalah agar mereka fokus berinteraksi dengan para penonton, sehingga diharapkan, secara verbal dan fisik, menginspirasi topik (pembicaraan) baru. Karena kedua orang ini tidak diizinkan untuk membaca sehingga penonton merupakan penghubung mereka untuk mendapatkan pengetahuan,” jelas sutradara dan desainer panggung, Mariel N. Pettee.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement