ROMA - Pihak berwenang Italia mengakhiri pencarian bagi korban kapal Costa Concordia yang karam di dekat perairan Pulau Giglio, Tuscan. Sudah lebih dari dua pekan kapal mewah itu karam di wilayah tersebut.
Kondisi dari kapal yang karam itu membuat proses pencarian korban makin sulit untuk dilakukan. Para penyelam dikabarkan tidak dapat bekerja dengan aman karena kondisi kapal sepanjang 290 meter itu, yang masih sering bergerak.
Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertemuan dengan anggota keluarga dari 15 korban yang masih belum ditemukan. Tentunya hal tersebut mengecewakan keluarga korban. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (1/2/2012).
Hingga saat ini sudah 17 mayat ditemukan sejak kecelakaan yang terjadi 13 Januari lalu tersebut. Sementara proses pemindahan kapal diperkirakan baru bisa dilakukan dalam waktu 10 bulan ke depan. Paling tidak akhir tahun ini, perairan Pulau Giglio baru bisa terbebas dari bangkai kapal itu.
Panjangnya waktu pemindahan tersebut diperkirakan karena kondisi perairan di wilayah Tuscan itu masih tidak menentu. Pekan lalu regu penyelamat terpaksa menghentikan operasi pencarian korban karena kapal diketahui telah berpindah posisi hingga empat centimeter.
Tidak hanya pencarian korban, upaya untuk mengeluarkan sekira 500 ribu galon bahan bakar pun terpaksa dibatalkan karena kondisi yang mengancam.
Pemindahan kapal Costa memang dapat menimbulkan resiko tinggi. Para ahli menyatakan, butuh waktu 28 hari untuk mengeluarkan bahan bakar dari 15 tanki yang berada di kapal yang membawa 4.234 penumpang tersebut.
Bila bahan bakar sudah dikeluarkan, maka pekerjaan untuk mengevakuasi kapal baru bisa dimulai. Entah itu dengan cara diapungkan di laut, atau dipotong-potong hingga menjadi beberapa bagian.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari