nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Kebidanan Berprestasi Raih USD1.000

Margaret Puspitarini, Jurnalis · Kamis 02 Februari 2012 11:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 02 02 373 568069 5AjqmG3Cz6.jpg Mahasiswa kebidanan mendapat beasiswa USD1.000. (Foto : Margaret P/okezone)

JAKARTA - Yayasan DKT Indonesia memberikan beasiswa kepada 18 mahasiswa kebidanan berprestasi sebesar USD1.000 per orang, guna menyukseskan program menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu target Millenium Development Goals (MDGs).

Para penerima beasiswa ini merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai sekolah kebidanan di Nusantara. Sebanyak 18 mahasiswa terpilih ini telah melewati sejumlah proses seleksi dan bersaing dengan 250 pendaftar.

Country Director DKT Indonesia Todd Callahan mengungkapkan, jumlah penerima beasiswa ini mengalami perubahan dari jumlah awal yang telah ditetapkan. "Tadinya, program Akademi Andalan ini hanya untuk 12 mahasiswa Tapi berdasarkan cerita dan aplikasi dari 18 peserta terpilih ini, maka kami memutuskan untuk menambah kuota," kata Callahan di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2012).

Callahan mengungkapkan, program Akademi Andalan yang menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas bidan di Indonesia.

"Pemberian beasiswa ini sebagai salah satu elemen untuk meningkatkan kualitas bidan di Indonesia sebab bidan memiliki peranan penting dalam menurunkan tingkat AKI," ujarnya menjelaskan.

Menurut Callahan, tingkat AKI yang tinggi di Indonesia muncul karena masih kurangnya akses terhadap pelayanan pra dan pascapersalinan yang memadai.

"Maka kami mencoba menolong dan memajukan kebidanan di Indoensia. Salah satunya dengan memasarkan dan mendistribusikan kontrasepsi. Dokter biasanya hanya di kota besar. Sementara bidan bisa menjangkau masyarakat di pelosok," katanya menerangkan.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, tingkat AKI di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia, yakni 228/100.000 kelahiran hidup. "Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Vietnam. Padahal AKI itu mencerminkan tingkat kesehatan di Indonesia," tuturnya.

Dengan peningkatan kualitas bidan, Callahan berharap, tingkat AKI di Indonesia dapat berkurang. "Bidan memiliki pendekatan dengan para ibu sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat AKI di Indonesia, terutama di wilayah timur Indonesia di mana tingkat AKI paling tinggi," kata Callahan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini