JAKARTA - Kepergian Rupita Sari atau Vita (13), bintang iklan cilik sejumlah produk ke Sorong, Papua, diduga karena tergiur iming-imi untuk sekolah dan HP BlackBerry (BB) dari keluarga Maya.
“Selain diberikan BB, dan sekolah, Vita hanya ingin jalan-jalan,” ujar kuasa hukum keluarga Vita, Christof Siahaan, kepada wartawan, di Gedung Graha Sartika, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2012).
Menurutnya, selama berada di Sorong, Vita diperlakukan dengan baik oleh keluarga Bunda Maya. “Itu kata Vita saat kita tanyakan,” jelasnya.
Sepulang dari Papua, Vita juga meminta agar keluarganya melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenaran bahwa dia anak kandung orangtuanya. Menanggapi hal tesebut, Christof mengatakan berdasarkan pengakuan Vita, dia terlalu banyak nonton televisi dan informasi untuk melakukan tes DNA itu diperolehnya dari sinetron.
“Namun kalau ada orang yang memberikan asupan Vita, kami akan proses secara hukum,” paparnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan proses tes DNA sendiri akhirnya tidak jadi dilakukan, hal ini dikarenakan tidak ada pihak lain yang mengakui bahwa Vita adalah anaknya. Namun begitu, pihaknya siap melakukan tes DNA jika ada orang yang mengajukan.
(Insaf Albert Tarigan)