Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Desakan Reshuffle

"SBY Dijerumuskan oleh Anggota Partai Koalisi"

Susi Fatimah , Jurnalis-Kamis, 05 April 2012 |07:00 WIB
Foto: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Nama-nama pengganti menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai bermuculan seperti Jafar Hafsah yang disebut-sebut akan menggantikan Suswono sebagai Menteri Pertanian.

Roy Suryo yang merupakan anggota komisi I DPR itu dikabarkan menggantikan Tifatul Sembiring sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Sementara nama Marwan Djafar akan menggeser posisi Salim Segaf Al Jufri sebagai Menteri Sosial.

Melihat nama-nama tersebut, Pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah menilai komposisi tersebut akan semakin memperburuk Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

"Tambah parah, nama-nama itu sama sekali tidak masuk untuk kategori menteri," ujar Iberamsjah saat dihubungi okezone, Rabu (4/4/2012).

Menurutnya, menteri-menteri asal PKS cukup berkualitas. Kalaupun ada reshuffle menteri, lanjutnya, maka harus dimasukan para profesional yang bukan dari kalangan partai politik. Para profesional tersebut harus memiliki keahlian yang cukup untuk menjabat sebagai pembantu presiden, terlebih untuk Menteri Pertanian agar kemandirian pangan bisa tercapai.

Iberamsjah melihat bahwa desakan untuk melakukan reshuffle kabinet sangat terlihat dilakukan oleh para elit Partai Demokrat dan anggota partai koalisi yang lain diantaranya PKB, PPP, Golkar dan PAN. "Karena dorongan elit Partai Demokrat dan koalisi yang menjerumuskan SBY," tuturnya.

Jika reshuffle kabinet dilakukan dalam waktu dekat ini, Iberamsjah melihat tak efektif pasalnya masa jabatan pemerintahan SBY hanya tinggal sekira dua  tahun lagi.

"Reshuffle sekarang tambah parah, program akan mundur, sangat tidak bagus," tutupnya.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement