Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Korupsi Sudah Tak Mengenal Gender"

Dina Kusumaningrum , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2012 |00:02 WIB
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani mengatakan, praktik korupsi di tanah air dewasa ini sudah kian merajalela. Perbuatan haram tersebut bahkan sudah merambah kepada pelaku dari kaum wanita.

Hal ini menurut dia sangat miris, lantaran wanita dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, tidak agresif dan sungkan melakukan korupsi.

"Nunun Nurbaetie yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat pemilihan deputi gubernur senior dan perempuan lainnya yang melakukan korupsi seolah-olah memperlihatkan bahwa korupsi tidak mengenal gender," ujar Dewi ditemui di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Menurutnya, korupsi terjadi karena tiga hal yakni karena terpaksa (corruption by system), dipaksa (corruption by need), dan memaksa (corruption by greedy).

"Salah satu bentuk korupsi bentuk nyata adalah korupsi karena terpaksa adanya uang pelicin dalam setiap pelayanan yang diberikan, adanya uang pelicin ini sudah menjadi tradisi, nah dari ketiga hal yang menyebabkan korupsi tentunya ini saya melihat dari teori yang terdapat dari buku bukan dari pikiran saya," pungkasnya.

Pengurus Bidang Perempuan DPP PDI Perjuangan ini juga menilai perempuan dapat menjadi pelaku korupsi jika memiliki kesempatan dan peluang yang sama dengan laki-laki. Perjuangan posisi perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dengan kaum laki-laki menurut Dewi bisa menjadi salah satu faktor tumbuhnya korupsi.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement