Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ibu Guru Hermina Ciptakan Kartu Pintar IPA

Ibu Guru Hermina Ciptakan Kartu Pintar IPA
Image: corbis.com
A
A
A

HERMINA Mauludiyah, guru mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) SDN Ngaglik 01 Kota Batu menciptakan alat peraga bidang IPA, khususnya bidang Biologi. Dia berhasil membuat "kartu pintar" yang berisi rangkuman bagian jantung manusia serta alat peraga aliran darah dalam tubuh (The Circulation System).

Ditemui di Balai Kota Batu, kemarin, Hermina bercerita, alat peraga pendidikan edukatif (APE) ini berfungsi untuk memudahkan siswanya belajar ilmu Biologi, khususnya tentang anatomi tubuh bagian jantung. Ada 50 lembar kartu pintar yang dia buat. Isinya memuat alat-alat kedokteran, bagian jantung dan jenis penyakit serta leocosit dan berbagai fungsi lainnya. "Prinsipnya siswa lebih gampang mengerti dan menghafalkan bagian jantung," ujar alumnus Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Perempuan kelahiran 23 April 1978 ini menambahkan, untuk memainkan kartu pintar tersebut, harus ada tiga hingga empat orang. Teknisnya, tiap orang akan menerima empat buah kartu yang berbeda. Selanjutnya, salah satu pemain meminta kepada temannya untuk menyebutkan salah satu bagian jantung. Bila ada salah satu di antara empat pemain kartu itu ada yang bisa menyebutkan dengan dibuktikan kartunya, pihak pertama langsung akan menyerahkan kartu yang sama kepada temannya yang sanggup menyebutkan bagian dari jantung.

Selain menciptakan kartu pintar bidang biologi, perempuan berjilbab ini juga menciptakan The Circulation System, sebuah alat peraga untuk mengetahui alur peredaran darah. Mulai dari jantung, otak dan sekujur tubuh lainnya. Untuk memudahkan siswanya, Hermina membedakan jenis aliran darahnya. Alat peraga ini menggunakan lampu indikator warna merah dan biru. Lampu merah yang menyala di bagian pipa kapiler di sela-sela jantung berarti bahwa aliran darah tersebut banyak mengandung oksigen.

Sebaliknya lampu biru merupakan indikator bahwa aliran darah banyak mengadung karbondioksida. Atas temuannya itu, ibu dua anak ini berhasil menyabet penghargaan Lomba APE tingkat nasional dari Pusat Sumber Belajar Ma’mal Pendidikan, Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

"Saya berharap metode ini bisa diaplikasikan ke sekolah-sekolah yang lain," kata warga Jalan Lahor Kota Batu ini.

Kadindik Kota Batu RM Zakariya mengapresiasi temuan Hermina tersebut. Dia berharap guru lainnya bisa menciptakan alat peraga edukatif yang lain. "Tujuannya untuk memacu semangat siswa dalam belajar. Semoga saja bisa diikutkan pada lomba APE tingkat nasional," ucap Zakariya. (maman adi saputro/koran si)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement