Share

Mantan Gubernur Aceh dikeroyok

(koran Sindo), Koran SI · Selasa 26 Juni 2012 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 26 447 653639 M9ZaOPtxGv.jpg Foto: dok. istimewa

Sindonews.com – Mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf dikeroyok tujuh pria tidak dikenal kemarin. Irwandi dikeroyok seusai menghadiri pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2012-2017.

Pengeroyokan terjadi ketika Irwandi meninggalkan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh. Menurut saksi mata, pemukulan terjadi di luar pelataran gedung saat mantan wakil juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini hendak masuk ke mobilnya.

"Saat sedang melintasi barisan pengamanan dari satgas PA yang berbaju merah, Bapak (Irwandi) memang sudah dimaki-maki, namun dia diam saja,” beber seorang saksi mata yang juga merupakan polisi yang mengawal Irwandi, Senin 25 Juni 2012.

Empat pengawal Irwandi juga tidak melakukan perlawanan. "Mereka ramai sekali, bahkan ada (petugas) Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang melihat, juga diam saja,” lanjutnya.

Polisi yang minta identitasnya dirahasiakan itu mengungkapkan, awalnya seorang pria memukul bagian belakang kepala Irwandi hingga mengakibatkan luka bengkak dan memar. Kacamata Irwandi pun pecah karena terjatuh.

Melihat penyerangan itu, enam pria lain yang diduga rekan pelaku ikut memukul. "Pelaku sekitar tujuh orang. Kami tidak melawan, hanya melarikan Bapak (Irwandi) ke rumah sakit,” tuturnya.

Akibat pemukulan itu, bagian belakang kepala Irwandi bengkak di tiga titik dan tulang pipi bagian kanan mengalami memar. Dia sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Saat ditemui wartawan di ruang penanganan trauma rumah sakit tersebut, Irwandi mengaku mengenal pelaku. Menurut dia, seorang di antara pelaku turut memprovokasi dan seorang lainnya pernah membakar rumahnya di Maheng, Aceh Besar.

"Saat awal-awal pelaksanaan pilkada dia membakar rumah saya, sudah saya tangkap dan saya maafkan,” katanya.

Gubernur Aceh periode 2006-2012 yang diusung Partai Aceh (PA) waktu itu berharap polisi segera melakukan penyelidikan meski dia tidak melaporkan kasus ini. Hingga kini para pelaku belum tertangkap.

Wakil Direktur RSUZA dr Andalas mengatakan belum bisa memastikan seberapa besar dampak dari pukulan yang diderita Irwandi Yusuf. "Kalau pukulan kuat di kepala bagian belakang tentu punya pengaruh besar, tapi kami belum bisa memastikan karena belum ada hasil visum,” katanya.

Teror Jelang Pelantikan

Beberapa jam sebelum pelantikan gubernur NAD terpilih, aksi teror kembali terjadi. Kali ini sebuah granat dilemparkan sekelompok pria ke rumah Zakaria Zaman, penasihat Partai Aceh (PA) di Kompleks Perumahan Vila Citra Lestari Lorong I No 78, Lampineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Senin 25 Juni 2012 sekitar pukul 03.00 WIB. Aparat Gegana Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh sudah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). "Sisa granat sedang dipelajari di laboratorium forensik untuk memastikan jenisnya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo.

Sementara Zakaria Zaman mengungkapkan, saat peristiwa itu ada sembilan orang yang berada di rumah. Mereka seketika keluar begitu mendengar ledakan untuk memastikan apa yang terjadi. "Ini bukan rumah saya. Saya hanya sewa dari dokter Andalas,” ujarnya. (lil)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini