YERUSALEM - Mantan Perdana Menteri Israel Yitzhak Shamir dilaporkan meninggal dunia diusianya yang ke-96 tahun. Shamir diketahui menjabat sebagai PM pada dua periode yakni 1983-1984 dan 1986-1992.
Shamir meninggal dunia pada Sabtu 30 Juni waktu setempat akibat sakit Alzheimer yang dideritanya. Mantan PM Israel yang dinilai gigih memperjuangkan hak-hak warga Israel atas tanah Palestina ini akan dimakamkan melalui sebuah prosesi pemakaman kenegaraan.
"Yitzhak Shamir adalah seorang pejuang yang sangat pemberani baik sebelum maupun setelah Israel didirikan. Ia setia dengan pemikirannya sebagai seorang patriot besar dan pelayan Israel yang melayani negaranya dengan integritas dan komitmen," ujar Presiden Israel Shimon Perez yang dikutip Associated Press Minggu, (1/7/2012).
Selama ini Shamir dikenal sebagai sosok yang tidak kenal kompromi dan jarang melontarkan permintaan maaf. Ia pun akan dikenang sebagai salah satu sosok PM yang paling lama melayani Israel dan menolak untuk berkompromi terkait urusan tanah dengan Palestina.
Sepanjang kepemimpinannya, Shamir menegaskan Israel harus mempertahankan wilayahnya dengan cara apapun dan Shamir juga menolak untuk membangun hubungan baik dengan Negara-negara Arab. Hal itu didasari oleh pemikirannya bahwa tidak seharusnya Israel percaya dengan Negara-negara Arab.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun turut menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Shamir. Negeri Paman Sam mengatakan, selama kepemimpinannya Shamir telah berperan dalam mempererat hubungan kedua negara.
"Yitzhak Shamir telah mendedikasikan hidupnya untuk Israel sejak Israel belum didirikan hingga akhirnya ia memangku jabatan sebagai seorang PM. Ia memperkuat keamanan Israel serta mempererat hubungan AS dan Israel," ujar Gedung Putih dalam ungkapan duka citanya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.