Share

1 warga sipil tewas di Papua

(koran Sindo), Koran SI · Senin 02 Juli 2012 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 02 448 657047 iWlMiJJYw9.jpg Foto: dok. istimewa

Sindonews.com – Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kemarin menghadang kendaraan patroli Yon 431 Kostrad saat melintasi kawasan Sawi Tami, Kecamatan Wembi, Kabupaten Keerom, perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

Dalam penghadangan tersebut, aparat TNI terlibat baku tembak dengan anggota OPM hingga menewaskan satu warga sipil, yakni Kepala Desa Sawi Tami bernama Johanes Yanafrom, 30. Komandan Yonif 431 Kostrad Letkol Inf Indarto menuturkan, kejadian bermula saat dia bersama anggota sedang patroli rutin ke pos-pos. Saat melintasi kampung Sawi Tami, mereka dihadang kelompok OPM yang dipimpin Lambert Pekikir.

"Anggota saya terluka akibat terkena pecahan kaca mobil,” kata Letkol Inf Indarto di Jayapura, Papua, Minggu 1 Juli 2012.

Selain menghadang kendaraan TNI, OPM juga menembaki kendaraan lain yang berada di belakangnya. Berondongan tembakan mengenai atap mobil dan kaca samping pengemudi, sementara serpihan kaca mengenai tangan salah satu anggota TNI. Sementara Johanes tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan dada. Saat itu, korban berada sekitar 200 meter di belakang mobil Danyonif 431.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri mengatakan, sedianya kelompok OPM pimpinan Lamberthus Pekikir itu berencana masuk ke Kota Jayapura untuk melancarkan sejumlah aksi. Namun pihaknya telah mengetahui rencana aksi tersebut sehingga beberapa titik yang akan dilewati kelompok yang bermarkas di Waris, Kabupaten Keerom, ini dijaga ketat Yonif 431. Erwin menambahkan, para pelaku diperkirakan berjumlah 20–30 orang.

Setelah terlibat baku tembak, kelompok ini melarikan diri ke wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Anggota Yonif 431 sebenarnya langsung mengejar, tetapi tidak berhasil. "Mereka (anggota OPM) hendak ke Kota Jayapura dan kita telah mengetahui itu. Karena merasa terdesak, kelompok ini mengambil tempat di ketinggian yang kemudian menembak Danyonif 431 beserta anggota yang tengah berpatroli,” tuturnya.

Sementara itu, kemarin polisi menemukan bendera Bintang Kejora milik OPM berkibar di enam titik di provinsi tersebut. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengungkapkan, dua titik pengibaran bendera Bintang Kejora berada di Jayapura, sementara dua lainnya di Keerom, wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Aparat keamanan langsung menurunkan bendera tersebut. Saud mengatakan, lokasi pengibaran bendera adalah tempat yang sepi penduduk.

Polisi juga tidak mengetahui siapa yang mengibarkan bendera-bendera itu. Bendera dikibarkan di pohon dan beberapa tiang. "Ini sudah ditangani aparat di sana dengan pendekatan persuasif agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah menurunkan, kita mengimbau masyarakat agar tidak mengibarkan bendera," ujar Saud. (lil)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini