Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Grup Semen Gresik gunakan energi alternatif hingga 8%

Nurul Arifin (okezone) , Jurnalis-Senin, 02 Juli 2012 |16:24 WIB
 Grup Semen Gresik gunakan energi alternatif hingga 8%
ilustrasi Foto: Corbis
A
A
A

Sindonews.com - Seluruh anak usaha PT Semen Gresik melakukan penghematan pemakaian bahan bakar. Untuk mewujudkan hal itu, banyak menggunakan energi alternatif. Saat ini perseroan tersebut telah menggunakan energi alternatif antara 5-8 persen. Jumlah tersebut mampu mengurangi kebutuhan energi untuk produksi semen yang menyedot dua juta ton batu bara per tahun.

Menurut  Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto, strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan adalah bagian dari strategi untuk menekan biaya produksi. Saat ini, sebanyak 20 persen ongkos produksi perusahaan tersedot untuk kebutuhan energi. Sebab, untuk berproduksi menggunakan energi tidak terbarukan seperti batu bara. Oleh karena itu, penggunaan energi alternatif sangat mendesak untuk dilakukan.

"Untuk itu, perseroan juga mengganti batubara berkalori tinggi menjadi batubara berkalori rendah sehingga bisa lebih berhemat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Dwi, Senin (2/7/2012).

Ia juga menjelaskan, setiap tahun di internal perseroan yang berkode saham SMGR ini digelar Semen Gresik Group Award on Innovation (SGG-AI). Program itu untuk memberikan penghargaan kepada kerpada berbagai program inovasi yang dilakukan diinternal Semen Gresik. Rupanya, dengan inovasi yang ada mampu melakukan efisiensi anggaran Rp300 miliar-Rp500 miliar per tahun.

”Dengan cost yang semakin efisien, daya saing perseroan dengan sendirinya terangkat. Muaranya, profitabilitas perseroan bisa meningkat,” tandas Dwi.

Dwi mencontohkan atas pengelolaan energi alternatif yakni pengolahan sampah kota. Sampah tersebut diolah menggantikn bahan bakar batubara yang selama ini dipakai oleh perusahaan sebagai energi alternatif. Kondisi ini, juga sudah diterapkan di perseroan. Seperti menggunakan sekam padi, kulit mete, limbah tembakau dan Oil Sludge (Endapan sedimentasi pada dasar tangki penyimpanan akibat oksidasi proses yang dipicu oleh kontak antara minyak, udara dan air).

Porsi penggunakan energi alternatif ini sudah mencapai 5 persen hingga 8 persen dari total lebutuhan energi perseroan yang menyedot dua juta ton batubara per tahun. "Selanjutnya, kami berharap bisa menggunakan energi alternatif hingga 10 persen sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan bahan bakar," jelasnya.  Salah satunya, penggunakan energi alternatif terjadi di Semen Padang. Di tempat ini sedang berjalan proyek Waste Heat Recovery Generation. Proyek ini memproduksi tenaga gas buang menjadi energi listrik.

(Andina Meryani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement