Tim Arkeologi juga Temukan Artefak di Bungker Balkot Solo

Bramantyo, Okezone · Minggu 12 Agustus 2012 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 12 511 676714 KRFSHisMk5.jpg Petugas menunjukkan lokasi penggalian bungker (Foto: Bramantyo/okezone)

SOLO- Tim Arkeologi Yogyakarta berhasil menemukan titik sentral bungker yang diduga merupakan pintu masuk. Pintu tersebut berada di bawah halaman komplek Balai Kota Solo, Jawa Tengah.

"Tapi ini belum 100 persen yakin kalau itu pintu masuk ke dalam bungker. Sebab penggalian belum selesai," jelas Anggota Arkeologi Muhammad Chawari, kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/8/2012).

Selain berhasil menemukan posisi pintu masuk bungker, tim arkeologi juga menemukan benda artefak di lokasi penggalian bungker tersebut. Keberhasilan ini setelah tim melakukan penelitian di parit keempat. Tim kemudian membuat garis lurus dari sudut paling utara parit pertama ke utara sepanjang 2,8 meter dengan lebar 1 meter.

Selain itu, tim juga menggali parit kelima yang merupakan terusan dari parit ketiga. Saat menggali parit keempat, tim kembali menemukan bidang datar serupa lantai terbuat dari campuran pasir dan kapur.

Di bagian atasnya, terlihat semacam konstruksi pembatas melintang dengan lebar antara 40 sentimeter hingga 50 sentimeter yang terbuat dari bahan batu dan bata.

Sementara penggalian di parit kelima sepanjang 3 meter dan lebar 1 meter itu, tidak membutuhkan waktu lama. Sebab baru digali dengan kedalaman sekira 20 sentimeter, kembali ditemukan konstruksi bangunan mirip bagian atas lengkung pintu.

Sehingga diperkirakan, di dalam bungker banyak benda-benda artefak kuno lagi yang masih bisa ditemukan dan bisa menjelaskan bungker ini dibuat pada abad berapa.

"Tadinya hanya sampai parit ke 5 saja. Tapi dengan temuan ini, penggalian diperpanjang hingga parit ke 6," ungkapnya.

Untuk mencegah kerusakan dan kemungkinan pihak-pihak yang mengincar benda-benda artefak, area penggalian dinyatakan ditutup untuk umum dengan memasang garis pembatas di sepanjang lokasi.

Bungker yang diperkirakan memiliki panjang 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 3 meter ini masih terpendam.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini