SURABAYA - Kondisi Aisiyah Febriana, bayi berusia tujuh bulan yang tangannya nyaris putus dipotong ibu kandungnya, semakin membaik.
Namun, Aisiyah masih terus menangis karena kesakitan pasca-operasi penyambungan otot arteri atau nadi pada pergelangan tangannya.
Urip Murtejo, Kepala IRD RSU Soetomo, Surabaya, Senin (27/8/2012), menjelaskan, dibutuhkan waktu tiga pekan untuk memulihkan kondisi putri pasangan Kinaiana (33) dan Arifin (31), warga Dusun Gadangan, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu.
Aisiyah juga sudah dapat meminum susu. Tim dokter menyinari pergelangan tangan kiri Aisiyah sebagai penghangat.
Urip berharap, tidak terjadi cacat terhadap pergelangan tangan kiri Aisiyah pasca-operasi. Saat ini, korban dirawat di ruang observasi intensif (ROI) 2 didampingi pamannya, Ari Wahyudi.
Sementara itu, Ari mengungkapkan, ibu korban kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya. Kinaiana mengalami gangguan jiwa saat menganiaya bayinya pada Sabtu pekan lalu. Dia nekat menggunting pergelangan tangan kiri anaknya karena dia terus menerus menangis. Sebelum menganiaya Aisiyah, Kinaiana juga sempat dirawat di rumah sakit jiwa yang sama.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.