MOSKOW - Ilyan Pyanzin yang menjadi tersangka plot pembunuhan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, menepis segala bentuk tuduhan yang dilontarkan pengadilan. Pyanzin menegaskan bahwa dirinya adalah saksi mata, bukan tersangka.
Ukraina tengah mempersiapkan diri untuk melakukan ekstradisi terhadap Pyanzin ke Rusia. Pyanzin pun terancam ditahan di sel isolasi yang terletak di Kota Moskow.
Namun seperti diberitakan Kommersant, Selasa (28/8/2012), Pyanzin menjelaskan kepada penginterogasi tentang kronologis plot perencanaan pembunuhan Putin. Peristiwa itu sudah direncanakan oleh kelompok teroris di Odessa, Ukraina.
Menurut Pyanzin, keterlibatan dirinya dalam aktivitas kriminal itu merupakan suatu hal yang tidak disengaja. Pyanzin mengklaim, dalang dari rencana pembunuhan itu adalah seorang yang bernama Ruslan Madayev.
Selama ini, Rusia dan Ukraina mencurigai seorang warga keturunan Chechnya, Adam Osmayev, sebagai dalang peristiwa tersebut. Osmayev juga mengajukan proposal permintaan suaka politik ke Georgia yang merupakan rival dari Rusia. Sementara itu, Pyanzin terus menerus menepis tuduhan keterlibatan dalam plot pembunuhan itu.
Televisi lokal Rusia sempat melaporkan, Osmayev dan sejumlah orang lainnya merencanakan pembunuhan terhadap Putin pada saat Pilpres Rusia 2012. Plot pembunuhan itu direncanakan Osmayev dengan pejabat militer Rusia di Chechnya.
Bila Osmayev berhasil mendapatkan suaka di Georgia maupun Finlandia, Osmayev akan selamat dari ancaman ekstradisi ke Rusia. Namun Pyanzin justru menjadi pihak yang akan diekstradisi ke Negeri Beruang Merah, karena Pyanzin terlambat dalam mengurus proposal banding ke Pengadilan HAM Eropa.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.