BANTUL - Penyakit aneh dialami Supiyati (25) asal Arjomulyo, Oku Timur, Palembang, Sumatera Selatan. Selama sekitar 1,5 tahun berlalu sudah lebih dari 2.000 paku dan jarum keluar dari kaki dan tangan perempuan itu.
"Semoga setelah pulang ke rumah dan dirawat di rumah sakit ini bisa mendapatkan kesembuhan," kata Sagiran (56) ayah Supiati saat di Ruang Shafa No.15 kelas III RS Nur Hidayah, Bantul Yogyakarta, Rabu (26/9/2012).
Suami Poniyem (47) itu memaparkan, gejala penyakit yang diderita putri kedua dari empat anaknya itu bermula sejak 22 Juli 2010. Kala itu, Supiati tengah melangsungkan akad nikah di Arjomulyo, Sumatera Selatan. "Saat akad nikah, dia mendadak pingsan," ucap pria asli Dusun Seropan, Muntuk, Bantul Yogyakarta itu yang melakukan transmigrasi ke Palembang Sumatera pada tahun 1977 lalu.
Empat bulan berselang setelah akad nikah, putrinya sempat tak sadarkan diri selama 31 hari. Petani karet itu tidak mengetahui apa penyebabnya. "Seperti mati suri, tanpa makan, minum, atau buang kotoran," imbuhnya yang terlihat berkaca-kaca kedua kelopak matanya.
Ia sudah berupaya berbagai cara, termasuk mendatangkan orang pintar di Sumatera. Dukun tersebut mengatakan Supiati akan segera sembuh, sehingga keluarga tidak berinisiatif membawanya ke rumah sakit. Tidak lama setelah siuman, dari kaki kanannya keluar sebatang jarum kecil.
Lambat laun bukan hanya jarum yang keluar, tetapi beragam paku dari berbagai jenis dan ukuran keluar dari kedua tangan dan kaki perempuan tersebut. Karena tak kuat menahan rasa sakit dan nyeri akibat logam yang tertanam di tubuhnya, Supiyati dibawa berobat ke RS di Sumatera. "Kata dokter hanya infeksi," cerita Sagiran.
Tidak ada perkembangan berarti membuat keluarga memutuskan membawa kembali ke tanah kelahiran di Bantul. Selama 25 hari dirawat di rumah, Selasa (25/9/2012) siang kemarin, Supiyati dibawa ke RS Nur Hidayah. Ia tergolek di ranjang menahan sakit yang tau sebabnya. "Katanya ada rasa panas seperti gejala herpes setiap kali ada paku baru yang masuk ke tubuhnya," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, benda asing yang bersarang di tubuh Supiati itu terus keluar dan masuk selama 1,5 tahun. Selama itu pula, perempuan itu tidak dapat beraktifitas layaknya orang sehat. Untuk melangkahkan kaki, dia merasa kesakitan. Sebab, banyak paku tertanam dan terlihat jelas di kedua tumitnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.