LEMBAH PECH – Penarikan mundur pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan berarti juga menghilangnya helikopter yang selama ini jadi alat transportasi pasukan AS dan tentara lokal. Tentara Afghanistan mau tidak mau harus mencari alat transportasi pengganti, pilihan pun jatuh pada keledai.
Pemimpin batalion pasukan Afghanistan di Provinsi Konar pun mengatakan, bahwa keledai sangat membantu untuk operasi militer mereka. “Keledai adalah helikopternya pasukan Afghanistan," ujar Kolonel Abdul Nasseeri, seperti dikutip The Washington Post, Jumat (9/11/2012).
Keledai selama ini menjadi alat transportasi tradisional warga Afghanistan. Hewan tersebut memang digunakan warga karena cocok dengan bentuk wilayah Afghanistan yang seringkali berbukit-bukit.
Fenomena tersebut menunjukkan perbedaan yang mencolok antara infrastruktur militer yang dimiliki oleh pasukan AS dengan sekutu lokal mereka. Banyak pihak mengkawatirkan penurunan kualitas keamanan yang signifikan pada saat pasukan AS digantikan oleh tentara lokal.
Pemerintah Afghanistan selama ini mendesak pihak AS untuk memberikan bantuan militer kepada tentara Afghanistan agar peralatan yang digunakan tentara negara tersebut dapat mendekati yang digunakan oleh pasukan AS. Namun, pemerintah AS menolak desakan tersebut karena dianggap tidak memungkinkan secara biaya.
Sampai saat ini Pemerintah AS telah mengeluarkan dana hingga 481,5 Triliun rupiah untuk membentuk tentara Afghanistan yang modern. Tapi dana sebesar itu belum cukup untuk membentuk tentara yang setingkat pasukan AS.
Dengan penggunaan keledai oleh tentara Afghanistan, maka harga keledai di pasar lokal Afghanistan pun mulai merambat naik. Keledai-keledai tersebut pun mulai dapat terlihat di markas-markas militer milik sekutu.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.