JAKARTA - Duta Besar Palestina Fariz N. Mehdawi mengutarakan kekecewaannya atas ketidakadilan komunitas internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Palestina. Mehdawi mengaku, bangsa Palestina cukup marah dengan hal ini.
Ketidakadilan seringkali dialami Palestina dalam forum-forum internasional. Kejahatan terhadap kemanusiaan seringkali dilakukan oleh Israel, namun Negeri Yahudi itu tidak pernah dijatuhi sanksi apapun. Hal itu disampaikan oleh Dubes Mehdawi saat diwawancara oleh Okezone di kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Apa pendapat Anda mengenai sikap PBB terhadap isu Palestina dan Israel?
Kami sering marah, terutama pada PBB. Israel selalu melakukan kejahatan apapun dan mereka tidak pernah dihukum, ini jelas tidak adil. Mereka harus dihadapkan ke pengadilan seperti Slobodan Milosevic (mantan Presiden Serbia).
Sistem internasional sepertinya tidak berguna bagi Israel karena mereka tidak mau menaati aturan. Israel selalu arogan, dan saya rasa inilah saatnya bagi kami untuk bersatu.
Bagaimana dengan Amerika Serikat (AS)?
Kita tidak pernah menentang mereka, tapi AS selalu menerapkan kebijakan standar ganda. Mereka menyuarakan penegakkan HAM dimana-mana seperti halnya HAM di Papua atau HAM di antah-berantah. Tapi ketika dihadapkan dengan isu Palestina, mereka tidak berkomentar.
Kita semua hidup di era modern, era facebook, era internet. Seluruh peristiwa diketahui dengan mudah lewat informasi-informasi. Kebijakan AS kepada Israel sudah tidak layak untuk diteruskan.
AS memang selalu memberikan dukungan kuat pada keamanan Israel. Apa tanggapan Anda?
Mungkin AS adalah negara yang terbaik dari sisi militer dan lainnya, oke. Tapi sayangnya, dukungan AS terhadap Israel membuat Israel menjadi agresif. Dengan dalih membela diri, mereka mendukung serangan israel. Obama berpikir Israel yang memiliki angkatan udara terbaik dan senjata nuklir sudah terancam.
Israel dinyatakan berhak mempertahankan diri, oke. Tapi bagaimana dengan Palestina. Palestina juga punya hak untuk mempertahankan diri.
Bukankah Obama sudah berjanji dengan penciptaan solusi dua negara?
Solusi dua negara sudah dijanjikan kepada kami sejak lama. Namun masalahnya, solusi itu tidak tercapai. Prioritas kami saat ini adalah menghentikan kekerasan. Inilah yang membuat kami mendukung langkah Mesir untuk menjadi mediator.
Bila Palestina sudah jadi negara anggota PBB, Apa yang ingin dilakukan Palestina?
Kita akan terus bernegosiasi dengan Israel mengenai masalah batas wilayah. Kita akan membahas kapan mereka menarik pasukan dari wilayah Palestina, bagaimana mekanismenya, dan di mana letak perbatasan Palestina dan Israel.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.