Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Sejarah Konflik Palestina-Israel (7)

PLO Masuk Meja Perundingan di Oslo

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Kamis, 29 November 2012 |15:27 WIB
PLO Masuk Meja Perundingan di Oslo
Perjanjanjian damai Palestina-Israel 1993 (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Keterlibatan pertama PLO dalam melakukan perundingan Israel berlangsung di Oslo pada 1993. Sikap melunak Israel terhadap PLO terjadi setelah terpilihnya Yitzhak Rabin yang berasal dari kelompok kiri sebagai Perdana Menteri Israel setahun sebelumnya.

Perundingan tersebut memberikan hasil yang memuaskan dengan PLO bersedia untuk mengakui Israel apabila Negara Zionis tersebut membongkar pemukiman Yahudi yang dibuatnya di wilayah Palestina. Perundingan Oslo pun menghasilkan deklarasi kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak di depan Presiden AS saat itu, Bill Clinton, di Gedung Putih.

Tercapainya kesepakatan dalam Perundingan Oslo membuka perundingan-perundingan selanjutnya antara Israel dan PLO. Pada tahun 1994 dalam perundingan di Kairo, Mesir kedua belah pihak menyepakati terbentuknya Otoritas Palestina yang akan memerintah wilayah Palestina setelah tentara Israel ditarik mundur dari wilayah-wilayah tersebut.

Kesepakatan tersebut membuat banyak tokoh pejuang Palestina yang berada di pengasingan akhirnya dapat kembali ke wilayah Palestina. Pada Juli 1994 warga Gaza menyambut kedatangan Arafat ke wilayah tersebut setelah sebelumnya selama bertahun-tahun berada di pengasingan.

Perundingan Oslo II dilakukan setahun setelahnya pada 1995. Dalam perundingan tersebut disepakai sebagian wilayah Tepi Barat akan diberikan kekuasaannya kepada otoritas Palestina. Hal tersebut menimbulkan kemarahan dari kelompok nasionalis di Israel yang berujung terhadap aksi pembunuhan terhadap Perdana Menteri Yitzhak Rabin.

Terbunuhnya Rabin membuat momentum perdamaian yang dimiliki oleh Israel dan Palestina menjadi terhenti. 1996, Benyamin Netanyahu menjadi Perdana Menteri Israel, menggantikan Shimon Peres yang naik menjadi perdana menteri setelah tewasnya Rabin. Pada tahun yang sama Arafat pun terpilih secara resmi sebagai Presiden Otoritas Palestina.

Hubungan Arafat dengan Netanyahu tidak sebaik seperti hubungannya dengan Rabin. Namun Netanyahu tetap memberikan kompromi dan melanjutkan penarikan mundur tentara Israel dari wilayah Palestina setelah didesak oleh AS. Demikian diberitakan BBC, Kamis (29/11/2012).

Kesepakatan Oslo I yang disepakati pada tahun 1994 dibuat hanya untuk berlaku sementara selama periode lima tahun. Pada saat itu diharapkan kedua belah pihak dapat membuat kesepakatan yang bersifat permanent dalam periode tersebut.

Namun hingga habisnya masa berlaku kesepakatan Oslo di tahun 1999, baik Palestina dan Israel tidak mampu untuk mebuat sebuah kesepakatan damai yang permanen. Membuat perjuangan Palestina untuk menjadi negara yang berdaulat belum dapat tercapai.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement