nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Palestina Ungkap Rencana Perdamaian dengan Israel

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 21 18 1862464 presiden-palestina-ungkap-rencana-perdamaian-dengan-israel-dsAJWdCPyX.JPG Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan rencana perdamaian miliknya di hadapan Dewan Keamanan PBB (Foto: Lucas Jackson/Reuters)

NEW YORK – Presiden Otoritas Palestina (PLO), Mahmoud Abbas, meminta digelarnya sebuah konferensi internasional paling lambat pada pertengahan 2018 guna merancang sebuah proses perdamaian Timur Tengah yang baru dan lebih luas. Ia yakin cara itu dapat memuluskan jalan terbentuknya negara Palestina yang merdeka.

Pernyataan itu disampaikan Mahmoud Abbas dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB, New York, Amerika Serikat (AS). Pria berusia 82 tahun itu mengungkapkan ‘rencana perdamaian’ untuk menghidupkan kembali perundingan antara Israel-Palestina yang mati suri dengan mediasi komunitas internasional di mana peran AS lebih kecil.

“Untuk menyelesaikan masalah Palestina, sangat penting untuk membentuk mekanisme internasional bersifat multilateral yang berasal dari konferensi internasional,” ucap Mahmoud Abbas, dinukil dari Channel News Asia, Rabu (21/2/2018).

Pria berkacamata itu lantas menyalahkan Israel atas kegagalan upaya perdamaian dengan Palestina. Abbas mengatakan bahwa Israel bertindak sebagai negara di atas hukum serta menutup pintu terhadap solusi dua negara (two-state solution) untuk memecahkan kebuntuan dengan Palestina.

BACA JUGA: Obama Ingatkan Trump Soal Two-State Solution

Ketua Partai Fatah itu menguraikan, konferensi akan dihadiri oleh Israel dan Palestina; negara-negara di kawasan Timur Tengah; lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Inggris, China, Prancis, Rusia, dan AS); serta kuartet diplomatik dalam bentuk Uni Eropa, PBB, Rusia, dan AS.

“Konferensi itu harus menghasilkan keanggotaan penuh PBB bagi negara Palestina merdeka, pengakuan bersama Israel dan Palestina, serta pembentukan mekanisme baru untuk mencapai penyelesaian akhir,” tukas Mahmoud Abbas yang langsung pergi meninggalkan ruangan usai berpidato.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengeluhkan tindakan Mahmoud Abbas tersebut. Ia menyatakan sikap tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa Mahmoud Abbas lah yang melarikan diri dari dialog.

“Anda telah membuatnya semakin jelas, dengan kata-kata dan tindakan, bahwa Anda sudah tidak lagi menjadi bagian dari solusi. Anda lah masalahnya,” tegas Danny Danon.

Kecaman juga meluncur dari Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley. Mantan Gubernur Negara Bagian South Carolina itu mengingatkan bahwa beralih kepada PBB dan menolak peran AS dalam perundingan damai hanya akan mendorong warga Palestina ke jalan buntu dalam penyelesaian tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini