Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Status Keanggotaan Palestina di PBB Tamparan untuk Obama

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Kamis, 29 November 2012 |14:50 WIB
Status Keanggotaan Palestina di PBB Tamparan untuk Obama
Presiden Obama (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Bila Palestina berhasil mendapatkan status keanggotaan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), maka hal ini dianggap akan menjadi tamparan untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Tetapi Palestina harus menunggu hal tersebut usai Sidang Umum Majelis PBB.
 
Upaya Palestina mendapat status keanggotan di PBB tersebut dilakukan hanya selang tiga minggu sejak terpilihnya Obama kembali sebagai Presiden AS . Obama mengalahkan Mitt Romney dalam pemilihan presiden yang diaksanakan pada 6 November lalu.

Seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya menyebut tindakan Palestina di PBB itu sama saja dengan menghina Obama.

“Ini terjadi hanya tiga minggu setelah ia terpilih kembali, ini seperti tamparan ke wajah Obama. Saya rasa Obama tidak akan bersikap baik kepada Palestina setelah kejadian ini," ujar sang diplomat, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/11/2012).

Palestina diberitakan akan dengan mudah mendapat status pemantau di PBB. Status tersebut sama dengan status yang dimiliki Vatikan dalam organisasi internasional tersebut. Walaupun berbeda dengan negara yang memiliki status anggota penuh, dengan status pemantau Palestina dapat ikut bergabung dengan organisasi-organisasi yang dibawahi oleh PBB.

Israel dan AS menolak keras tindakan Otoritas Palestina yang mengajukan diri untuk mendapatkan status pemantau di PBB. Walaupun begitu Israel juga khawatir dengan menurunnya popularitas Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sepanjang konflik antara Israel dengan Hamas di Jalur Gaza.

Banyak warga Palestina yang memprotes sikap lemah Abbas menghadapi Israel. Keberhasilan Palestina di PBB diharapkan dapat menaikkan pamor Abbas di mata warga Palestina.

Hamas sendiri menyatakan dukungannya terhadap upaya Otoritas Palestina di PBB. Sebelumnya hubungan antara Hamas dengan Otoritas Palestina dapat dibilang buruk, khususnya setelah Hamas memenangkan pemilu legislatif di Jalur Gaza pada 2006 lalu, meskipun kemenangan Hamas tersebut tidak diakui oleh AS dan Israel.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement