DEPOK- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok meminta Kementrian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Barat meminta maaf secara resmi terkait soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang menyebutkan Presiden kelima RI Abdurrahman Wahid (Gusdur) lengser karena kasus korupsi. Permintaan maaf tersebut harus dilakukan secara tertulis.
Hal itu ditegaskan Ketua PC Ansor Kota Depok Abdul Kodir. Menurutnya, Kemenag Jawa Barat juga harus menganulir soal UAS tersebut.
"Iya betul, kami minta agar soal ujian tersebut dianulir, agar dianggap tidak bernilai, dan soal ujian tersebut harus ditarik," tegasnya kepada Okezone, Sabtu (08/12/12).
Kodir menegaskan bahwa permintaan maaf juga harus dilakukan kepada ulama - ulama. Ia menilai pembunuhan karakter terhadap Gusdur akhir - akhir ini setelah kasus politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, merupakan bentuk pelemahan terhadap Gusdur.
"Gusdur itu simbol perjuangan yang mampu menginspirasi, kita akan kawal terus, kasus Sutan Bhatoegana kan sudah mereda setelah dia minta maaf ke mbak Yenny Wahid. Gusdur jatuh bukan karena korupsi, tapi memang situasi politik saat itu," ungkapnya.
Sebelumnya Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah, Sawangan, Depok, KH Damanhuri, menemukan soal UAS tingkat Madrasah Aliyah se Jawa Barat mata pelajaran sejarah yang melecehkan Gus Dur.
Soal ujian pilihan ganda tersebut terdapat pertanyaan apa penyebab jatuhnya pemerintahan KH Abdurrahman Wahid?
Ada beberapa pilihan jawaban, namun di kunci jawaban menyatakan jika Gus Dur lengser karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.