Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jepang Mulai Gelar Pemilu

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Minggu, 16 Desember 2012 |10:15 WIB
Jepang Mulai Gelar Pemilu
Foto: Bloomberg
A
A
A

TOKYO – Hari ini Jepang mengadakan pemilu parlemen. Warga Jepang pun dikabarkan mulai mendatangi tempat pemilihan suara yang telah dibuka sejak pukul 7:00 pagi waktu setempat.

Setidaknya terdapat 12 Partai yang mengikuti pemilu kali ini. Ke-12 partai tersebut memperebutkan 480 kursi yang tersedia di Parlemen Jepang. Sistem parlementer yang digunakan Jepang membuat partai yang dapat menguasai suara mayoritas di parlemen berhak untuk membentuk kabinet pemerintahan.

Media Jepang memperkirakan Partai Liberal Demokrat (LDP) yang beraliran konservatif akan mengalahkan Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang saat ini menjalankan pemerintahan. LDP adalah partai kuat di Jepang yang pernah menguasai perpolitikan negara itu selama lebih dari 50 tahun sebelum pada pemilu yang lalu secara mengejutkan dikalahkan oleh DPJ.

Apabila LDP berhasil memenangkan pemilu dan menguasai kursi mayoritas di parlemen, maka kabinet pimpinan Perdana Menteri Yoshihiko Noda yang memerintah Jepang saat ini pun akan digantikan oleh Kabinet bentukan LDP. Hal tersebut membuat Jepang akan mengalami pergantian kabinet untuk yang ke 7 kalinya sejak 6 tahun terakhir.

DPJ dan Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengalami penurunan dukungan karena dianggap tidak dapat memenuhi janji-janjinya selama pemilu dahulu. Perdana Menteri Noda juga dianggap tidak cakap dalam menangani dampak bencana nuklir di wilayah Fukushima yang terjadi tahun lalu.

Diperkirakan pimpinan LDP, Shinzo Abe, akan menggantikan Noda sebagai perdana menteri apabila partainya berhasil memenangkan pemilu. Pada periode 2006-2007, Abe sempat menjadi Perdana Menteri Jepang sebelum akhirnya mundur karena alasan kesehatan. Demikian diberitakan oleh Bloomberg, Minggu (16/12/2012).

Apabila berhasil menjabat sebagai perdana menteri, Abe akan dihadapkan pada masalah-masalah yang kini dialami Jepang, diantaranya masalah pertumbuhan ekonomi Jepang yang stagnan dan juga semakin memanasnya sengketa Kepulauan Senkaku yang dimiliki Jepang dengan China.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement