DENPASAR - Pertikaian dua ormas, Laskar Bali dan Padang Sambian Bersatu, yang menyulut aksi anarkisme diketahui muara persoalannya akibat keselahapahaman di antara mereka terkait penutupan toko penjualan petasan.
Pertemuan yang digelar di Mapolresta Denpasar guna menyelesaikan konflik kedua ormas besar itu, disinggung juga latarbelakang pemicu masalahnnya.
Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP Ida Bagus Made Sarjana mengungkapkan, kronologis pemicu kerusuhan, diawali pada Sabtu 22 Desember pukul 09.00 Wita di toko milik Paulina Jalan Mahendradata No 63, yang ditutup paksa kelompok pemuda Padang sambian.
Pasalnya, warga menginginkan tidak ada penjualan petasan sampai menjelang peringatan tahun baru. Sementara pihak pedagang mercon bersikukuh berjualan mercon, lantaran sudah mengantongi izin dari Polda Bali.
Beberapa anggota LB yang saat itu berada di toko sempat terlibat kesalahpahaman dengan kelompok Padang Sambian Bersatu hingga hal itu berkembang menyulut ketegangan antar mereka.
"Puncaknya, saat ada iring-iringan rombongan LB yang menghadiri sebuah acara ulang tahun di Kecamatan Mengwi melintas di Padang Sambian, tersiar isu akan ada penyerangan," beber Sarjana.
Sampai pada Minggu 23 Desember sekira pukul 21.15 Wita bertempat di Jalan Buana Raya No 2 Padang Sambian atau di posko LB yang berada di depan rumah Gung Soma Widana, tiba-tiba dirusak sekolompok pemuda Padang Sambian.
Hal itu makin menyulut ketegangan sehingga massa masing-masing ormas terprovokasi dan melakukan serangkaian aksi anarkis seperti perusakan dua mobil dan pembakaran 7 buah sepeda motor.
Akhirnya, dalam perdamaian di Mapolres Denpasar, kedua tokoh ormas yang bertikai, menyatakan saling memaafkan atas kejadian pada Minggu malam.
Soal kerugian akibat amuk massa itu, akan dibicarakan lebih lanjut dan Walikota Denpasar Rai D mantra siap untuk membantu hal tersebut.
Sementara Kapolresta Denpasar Kombes Pol Wayan Sunartha mengatakan, setelah kesepakatan damai, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang.
Jika terjadi bentrokan lagi, sambung Sunartha, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dalam penegakan hukum.
Hanya saja, meski kerap terjadi pertikaian antar ormas, Sunartha tidak setuju jika ormas dibubarkan. Pasalnya, keberadaan ormas dirasa bermanfaat dalam membantu keamanan bila dikelola secara baik.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.