nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Langsa Larang Pelajar Keluyuran Malam

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2013 17:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 01 15 340 746658 DdTLejiRHJ.jpg Ilustrasi pelajar (Foto: ist)

BANDA ACEH- Setelah Pemerintah Kota Lhokseumawe memberlakukan larangan perempuan duduk mengangkang di sepeda motor, kini giliran Pemkot Langsa yang menerapkan melarang pelajar keluar malam. Para siswa dan mahasiswa di Kota Langsa dilarang berkeliaran di atas pukul 22.00 WIB. 

Aturan tersebut sudah berlaku sejak pekan lalu, diterapkan melalui intruksi Wali Kota Langsa Usman Abdullah, dalam rangka penegakan Syariat Islam.

Intruksi itu disebar melalui seluruh keusyik (kepala desa) dari 66 gampong (desa) yang di Langsa. Instruksi tersebut juga digalakkan melalui pengajian-pengajian yang digelar warga.

Larangan tersebut direspons para mahasiswa dengan berunjukrasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Mereka menentang aturan yang dinilai otoriter dan hanya sebatas lip service, tanpa menyentuh akar persoalan rakyat di Langsa.

"Hal yang lebih menyentuh persoalan di Kota Langsa yaitu tingkat pengangguran tinggi dan disparitas antara kaya dan miskin turut meningkat," kata koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Kota Langsa, Muhammad Ziaurrahman, Selasa (15/1/2013).

Pengunjuk rasa menilai kebijakan mengatasnamakan Syariat Islam yang dikeluarkan Pemkot Langsa, hanya untuk kepentingan politik pejabat daerah.

"Kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Langsa tersebut terkesan otoriter," ujar Muhammad.

Mahasiswa menilai Wali Kota Langsa tidak memiliki program prioritas pembangunan, sehingga berupaya mencari dukungan masyarakat dengan membuat kebijakan-kebijakan mengatasnamakan syariat.

"Ironinya lagi kebijakan yang dibuat justru hanya berlaku di tataran bawah, tapi elit-elitnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kebijakan itu," ujarnya.

Sebelumnya Pemkot Banda Aceh juga sudah membuat aturan melarang pelajar keluar pada malam hari, namun larangan itu diabaikan para pelajar di Ibu Kota Provinsi Aceh, itu. 

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini