WASHINGTON - Hillary Clinton resmi mengakhiri tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Posisi Clinton akan digantikan oleh Senator dari Partai Demokrat John Kerry.
Selama empat tahun sebagai Menlu AS, Clinton menjadi tolak ukur kebijakan luar negeri AS. Peran Clinton dalam memulihkan citra Amerika usai Perang Irak dan Afghanistan, dinilai signifikan. Selain itu, Clinton juga menjadi salah satu Menlu AS yang paling sering melakukan perjalanan diplomatik.
Namun Clinton tidak sepenuhnya memiliki catatan bagus di mata kritikus. Selama ini, Clinton dinilai kurang menunjukkan dukungan kuat terhadap pihak oposisi di Suriah. Clinton juga dikritik terkait serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya.
Serangan di Libya memang dianggap mencoreng AS karena menewaskan Duta Besar AS untuk Libya Christoper Stevens dan tiga orang diplomat AS lainnya. Namun Clinton bersama Presiden Barack Obama mengaku bertanggung jawab penuh terkait insiden tersebut.
Kini setelah memutuskan mundur dari dunia politik AS, masyarakat ingin tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Spekulasi yang berkembang menunjukkan bahwa Hillary Clinton langsung menyiapkan pencalonannya dalam Pemilu Presiden Amerika berikutnya pada 2016.
Namun mantan Ibu Negara AS itu menyatakan akan istirahat sejenak setelah 20 tahun non-stop mengabdi kepada publik. Tetapi kabar yang pasti menyebutkan, Clinton akan merampungkan buku memoirnya yang kedua.
Kisah mengenai spekulasi karier Clinton ke depannya, dapat dilihat melalui video berikut.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.