JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan akan keluar atau tidak dari gerbong partai koalisi. Presiden PKS, Anis Matta mengatakan, usulan keluar dari koalisi masih harus dievaluasi.
"Itu nanti kita evaluasi, tapi tidak sekarang," tegasnya di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (2/2/2013).
Sementara itu, Ketua DPP PKS bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid mengatakan terasa aneh jika PKS tiba-tiba memutuskan keluar koalisi hanya karena penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging.
"Akan jadi aneh jika kami keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) setelah peristiwa kemarin. Jadi, kami akan cermati satu atau dua minggu ke depan," ungkap Hidayat.
Dia juga menambahkan, mayoritas suara kader PKS saat ini masih menginginkan terus berada di dalam partai pendukung pemerintahan Presiden SBY.
"Suara adalah bagian dari demokratis. Tapi suara atau aspirasi tidak identik dengan keputusan. Itu hanya suara aspirasi yang emosional. Justru banyak suara kader yang ingin tetap koalisi," tegas anggota Majelis Syuro PKS itu.
Ketua Fraksi PKS di DPR ini pun mengaku, harus berfikir rasional untuk keluar dari Setgab. "Kami harus terukur ke depan dalam berpikir. Kalau keluar dari koalisi, justru hanya akan menimbulkan kontroversi baru," tutupnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.