Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Khamenei: AS Ingin Dialog Sambil Menodong Pistol

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 07 Februari 2013 |18:17 WIB
Khamenei: AS Ingin Dialog Sambil Menodong Pistol
Foto : Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei (realclearworld)
A
A
A

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menolak tawaran dialog oleh Amerika Serikat (AS) mengenai isu program nuklir. Khamenei keberatan dengan dialog itu karena AS masih menjatuhkan sanksi ke Negeri Persia.

"Kau (AS) ingin berdialog, dengan menodongkan pistol ke Iran. Bangsa Iran tidak bisa diintimidasi dengan cara itu. Beberapa pihak mungkin tertarik dengan tawaran negosiasi itu, namun negosiasi tidak akan memecahkan masalah," ujar Khamenei, seperti dikutip AFP, Kamis (7/2/2013).

"Saya bukan diplomat, saya adalah seorang revolusioner. Kebijakan AS di Timur Tengah sudah gagal dan AS, AS gagal membawa Iran kembali ke meja runding," tegasnya.

Ucapan Khamenei muncul setelah Wakil Presiden AS Joe Biden menawarkan dialog langsung antara Negeri Paman Sam dan Negeri Persia. Dalam pertemuan di Munich, Jerman, Biden mengatakan bahwa AS sudah siap untuk bertemu secara bilateral dengan Khamenei.

Pada Februari ini, Iran beserta enam negara besar lainnya pun dijadwalkan akan menggelar dialog nuklir. AS juga baru saja memperkuat sanksi yang ditujukan untuk menekan pendapatan minyak mentah Iran.

Sejauh ini, Iran masih mencoba untuk meyakinkan dunia bahwa program nuklirnya adalah program energi yang damai. Namun AS beserta mitra-mitranya masih tidak yakin dengan ucapan Iran.

Iran pun tak luput dari ancaman serangan Israel yang amat khawatir dengan program nuklir itu. Meski demikian, langkah Israel ditentang keras oleh AS dan banyak negara lainnya.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement