nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tugas Utama Dosen Bukan Hanya Mengajar

Margaret Puspitarini, Jurnalis · Senin 01 April 2013 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 04 01 373 784441 auyXmyOpws.jpg Foto : Unpad

JAKARTA - Siapa bilang tugas dosen hanya sebatas mengajar? Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Ganjar Kurnia berpendapat, seorang dosen memiliki peran lain yang lebih besar, yakni gagasan, penelitian, dan mampu mengabdikan diri bagi mahasiswa dan masyarakat.  

Anggapan yang masih melekat saat ini ialah dosen sebagai pengajar di kelas. Padahal, seorang dosen tidak hanya sebagai pemberi ilmu di kelas. "Kita harus tahu cita-cita seorang dosen ada tiga, yakni menjadi doktor, menjadi guru besar, dan diakui kepakarannya,” ujar Ganjar saat memberikan pidato sambutan dalam "Diklat Orientasi Karir Dosen", seperti disitat dari situs Unpad, Senin (1/4/2013).

 

Dia menambahkan, memilih profesi sebagai dosen bukanlah menjadi sebuah keharusan. Namun atas dasar sukarela dengan terlebih dahulu memikirkan dan mengetahui segala konsekuensi saat menjadi dosen. Kenyataannya, banyak para dosen yang tidak memahami dengan baik tugas, fungsi, serta hak dan kewajibannya.

 

"Menjadi dosen adalah sukarela. Tapi, ketika sudah diangkat menjadi pegawai negeri seharusnya dia mempunyai kewajiban-kewajiban sebagaimana aturan pegawai negeri. Karena itu, seorang dosen harus memahami hak dan kewajibannya sebagai seorang dosen sekaligus hak dan kewajiban sebagai pegawai negeri," tuturnya.

 

Menurut Ganjar, penelitian merupakan bagian kewajiban minimal yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen. Hal tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi pengembangan karirnya. Namun, penelitian yang dilakukan haruslah mempunyai output bagi pengembangan universitas dan masyarakat. "Penelitian yang dilakukan jangan sampai hanya menjadi sebuah laporan tertulis saja tanpa ada output yang berarti," papar Ganjar.

 

Terkait cita-cita yang harus dicapai seorang dosen, kata Ganjar, harus ada perencanaan yang harus dilakukan oleh seorang dosen. Sebab, pencapaian akan melibatkan berbagai perencanaan.

 

"Setiap dosen harus memiliki komitmen, sebab kita dihadapkan pada tantangan. Salah satunya ialah kompetisi dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri," urainya.

 

Ganjar berharap, diklat tersebut dapat mengembangkan arah perencanaan yang tepat bagi seorang dosen, terutama dosen muda. "Diklat ini merupakan prasyarat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan berikutnya untuk bisa mengisi jabatan struktural di Unpad," tuturnya.

 

Diklat Orientasi Karir Dosen ini diikuti oleh 100 dosen muda di Unpad yang berusia di bawah 35 tahun. Secara rinci, 10 dosen dari Fakultas Hukum (FH), tiga orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), delapan dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 10 dosen dari Fakultas Pertanian (Faperta), tujuh orang dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), 10 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), delapan dosen dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), dan dua orang dari Fakultas Teknik Geologi (FTG). Selain itu satu dosen mewakili Fakultas Ilmu Budaya (FIB), empat orang dari Fakultas Psikologi (FPsi), enam orang dari Fakultas Peternakan (Fapet), enam orang dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), delapan orang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dan tujuh orang dari Fakultas Farmasi.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini