Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SMS Terakhir Korban Penembakan Kopassus di LP Cebongan

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Selasa, 09 April 2013 |16:02 WIB
SMS Terakhir Korban Penembakan Kopassus di LP Cebongan
Ilustrasi (Foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Empat orang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Cebongan, Sleman tewas ditembak 11 orang anggota Komando pasukan khusus (Kopassus). Keempat orang itu, yakni Yohanes Juan Manbait, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Benyamin Sahetapy Engel.

Keempatnya ditahan terkait kasus pengeroyokan terhadap Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe, Yogyakarta, akhir Maret lalu. 11 anggota Kopassus membunuh keempatnya karena dendam. Mereka dianggap sebagai preman yang harus bertanggung jawab atas kematian anggota kopassus Heru Santoso.

Lantas, apakah benar pelaku pengeroyokan yang juga menjadi korban penembakan di LP Cebongan itu benar berprofesi sebagai seorang preman?

Keluarga korban yang hadir pada konferensi pers di kantor Kontras, Jakarta Pusat, membantah hal itu. Menurut Victor Manbait, kakak Yohanes Juan Manbait keempatnya bukan preman.

Dikatakannya, Gamaliel, bekerja di TransJogja dan juga berprofesi sebagai petugas keamanan di Graha Spa. Yohanes Manbait berprofesi sebagai polisi, dan Adrianus Candra Galaja sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Adi Sucipto.

Bahkan, Victor, kakak dari Johanes Manbait menjelaskan bahwa adiknya memiliki sederet prestasi saat menjalanai tugasnya sebagai polisi.

"Dia mendapat satu periode lebih cepat untuk naik pangkat dari Briptu ke Bripka. Juga mendapat Satya Lencana Rencong, dan Satya Lencana Nusa Bakti di tahun 2003, saat presiden Megawati," kata Victor, Selasa (9/4/2013).

Mengenang almarhum adiknya, Victor menyatakan bahwa dirinya sempat mendapatkan pesan singkat dari Johanes sebelum tragedi LP Cebongan itu terjadi.

"Dia SMS saya terakhir, dia bilang 'saya tidak bersalah'. Itu SMS terkhir yang ia sampaikan ke keluarga," ungkapnya dengan berkaca-kaca menahan tangis.

Lebih lanjut, Victor berharap agar kasus Hugo's Cafe dapat segera diungkap. Dengan terungkapnya kasus itu, lanjut Victor, maka peradilan benar-benar tertegakkan.

"Sampai saat ini ada kesan menutup-nutupi kasus, Hugos Cafe. Dari itu, kami selaku keluarga korban juga menginginkan agar kasus tersebut dapat segera diungkap. Kan disana ada cctv, seharusnya polisi bisa segera mengungkapnya," tutupnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement