Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SBY Hargai Keputusan Yenny Wahid

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 17 April 2013 |21:56 WIB
SBY Hargai Keputusan Yenny Wahid
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghormati keputusan Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid,  untuk tidak bergabung ke Partai Demokrat.

"Saya menghargai pilihan seperti itu," kata SBY saat jumpa pers di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

SBY menjelaskan dalam pertemuannya dengan Yenny didampingi Sinta Nuriyah beberapa waktu lalu, Yenny sempat melontarkan bahwa dirinya harus meminta pertimbangan dari kalangan NU terlebih dahulu untuk memutuskan apakah bergabung ke Partai Demokrat atau tidak.

"Dalam pembicaraan itu Yenny mengatakan kalau namanya bekerjasama dalam perjuangan politik beliau harus meminta pertimbangan dari NU. Kira-kira yang paling baik seperti apa," kata SBY.

Namun belakangan SBY tahu bahwa Yenny tak mendapat restu untuk bergabung ke partai binaanya. "Belakangan saya tahu setelah berkonsultasi dengan kiai NU, dikatakan lebih baik tidak bersama-sama. Yenny lebih baik memilih berjuang di arena yang berbeda dan saya pun menghormatinya," tuturnya.

SBY tak lupa mendoakan agar karir Yenny di politik semakin baik ke depannya. "Saya doakan Yenny memiliki karier politik yang baik kedepan," tutupnya.

Seperti diberitakan, Yenny Wahid secara resmi membatalkan bergabung dengan Partai Demokrat. Yenny mengatakan alasan dirinya batal bergabung dengan partai binaan SBY itu karena tak direstui oleh 9 kiai sesepuh Nahdatul Ulama (NU).

"Hasil sowan ke sembilan sesepuh itu yaitu agar kami berada di luar saja," ujar Yenny.

Selain tak direstui oleh sembilan kiai, alasan lain Yenny batal bergabung ke Partai Demokrat lantaran tawaran dari partai berlambang bintang mercy itu telat.

Yenny menjelaskan bahwa saat ini sejumlah kader PKBIB banyak yang sudah mengurus proses untuk maju sebagai calon legislatif ke sejumlah partai politik. Sehingga, lanjut Yenny, tak elok jika dirinya tetap berada di salah satu partai.

Selain itu, sambung Yenny, alasan menolak tawaran bergabung adalah karena dia ingin mendukung penuh perjuangan sang suami yang ingin maju sebagai calon legislatif dari Partai Gerindra di Pemilu 2014 mendatang.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement