JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengaku cukup kecewa dengan pemerintah daerah yang cenderung mengabaikan kesejahteraan rakyat. Dia mengaku menyaksikan kesejahteraan masyarakat yang tidak seimbang dengan kekayaan yang dimiliki pejabat daerah.
"Di beberapa daerah, penduduk miskin masih di atas 20 persen. Tapi rumah pejabatnya mewah, mobilnya mahal-mahal, kantornya megah. Justru prioritas anggaran itu harusnya bagi masyarakat," kata dia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2013).
Gamawan menceritakan pengalamanya saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana dia melihat dengan nyata masyarakat sangat jauh dari kata sejahtera, namun para pejabatnya hidup dengan cara bermewah-mewahan.
Bahkan, sambungnya, masyarakat sampai tidak bisa memenuhi tersedianya air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Gamawan berjanji akan mengevaluasi daerah-daerah tersebut.
"Saya pernah ke NTT air enggak ada. Jadi 25 rumah itu enggak ada air, sumur enggak ada. Hal semacam itu harus dibenahi. Masa belanja aparatur negara ada, air untuk masyarakat enggak ada. Masa kantor megah masyarakat miskin," tuturnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.