Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok Targetkan 100 Sekolah Pakai Sistem Panen Air Hujan

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2013 |17:43 WIB
Ahok Targetkan 100 Sekolah Pakai Sistem Panen Air Hujan
Ilustrasi: sekolah. (foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Datangnya musim hujan identik dengan bencana banjir. Padahal, dengan melakukan pengolahan yang tepat, air hujan dapat menjadi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Hal ini yang dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Daerah Binaan (Dabin) dan HACCP, Divisi Program Hidup Bersih dan Sehat Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta. Berdasarkan ide salah seorang dosen, yakni Liling Pudji Lestari, mereka memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih di sekolah.

Inovasi yang disebut sistem Rain Water Harvesting (RWH) telah diterapkan sejak 2010. Namun, pihak sponsor yang mendukung untuk penerapan sistem tersebut di sekolah selalu berganti.

"Pada 13 April lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta telah meresmikan program ini. Dia berharap program ini dapat diterapkan di 100 sekolah," kata salah seorang anggota tim RWH, Josephine, kepada Okezone, di Kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Jumat (26/4/2013).

Sekolah-sekolah yang dijadikan mitra, tambahnya, mayoritas berada di Jakarta Utara. Pasalnya, kondisi air tanah di sana terasa asing karena dekat laut. Sementara Perusahaan Air Minum (PAM) belum menjangkau daerah tersebut.

Menurut mahasiswi Fakultas Kedokteran itu, pemilihan air hujan sebagai sumber daya karena berbagai alasan. Sifat fisik dan kimia air hujan, lanjut Josephine, lebih baik dari sumber air tanah yang sering mengalami kontaminasi.

"Menurut Drg Liling, air hujan itu gratis. Kenapa tidak dimanfaatkan saja daripada hanya dianggap penyebab banjir. Lagipula, air hujan ramah lingkungan. Kalau terus-menerus mengambil air tanah, lama-lama permukaan tanah akan turun dan menyebabkan banjir," paparnya.

Dalam penerapan sistem ini, Josephine mengaku ikut melibatkan mahasiswa lintas jurusan, yakni Fakultas Teknik. Sehingga, untuk urusan teknis, seperti pemasangan infrastruktur menjadi tugas mahasiswa Teknik, sementara para mahasiswa Kedokteran mengambil peran dalam sosialisasi kepada siswa dan guru.

"Kami memberikan sosialisasi kepada anak-anak SD tentang pentingnya menjaga kebersihan dan dampaknya terhadap kesehatan. Salah satunya dengan mengajarkan kebiasaan mencuci tangan," urai Josephine.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement