JAKARTA - Beragamnya suku bangsa di Indonesia melahirkan banyak budaya daerah yang khas, termasuk rumah adat. Keunikan beragam rumah adat tersebut dianggap pantas untuk diperkenalkan dalam kancah internasional.
Hal ini yang dilakukan Dosen Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) Malang Yusfan Adeputera Yusran dengan mempresentasikan papernya yang berjudul The Role of The Core Pole on Nusantara Architecture di Harvard University, Amerika Serikat (AS). Kegiatan selama lima hari itu merupakan salah satu rangkaian seminar yang dilakukan oleh International Journal of Arts and Sciences (IJAS).
Pada paparannya, Yusfan menekankan pentingnya tiang utama yang terdapat pada hampir sebagian besar rumah adat di Indonesia. Hasil tersebut diperoleh melalui kajian tipologi dengan studi kasus beberapa rumah adat di Pulau Sulawesi. Dia mengkaji elemen tiang inti di tengah rumah dan pengaruhnya terhadap sistem konstruksi sekaligus pelestarian alam melalui budaya membangunnya.
“Hingga saat ini, belum ada kajian mendalam tentang bagaimana sistem konstruksi ini terbentuk dan prinsipnya sama antara satu sama lain serta bagaimana cara mengaplikasikannya pada rancangan arsitektur kontemporer,” ujar Yusfan, seperti dinukil dari laman resmi UB, Prasetya Online, Selasa (4/6/2013).
Menurut Yusfan, usaha ini sekaligus membuktikan, arsitektur Nusantara dapat menjadi patron desain. Tidak hanya menempatkan mereka sebagai atap selayaknya topi di kepala dan badannya mengadopsi gaya dari arsitektur klasik barat. “Contohnya banyak ditemukan pada bangunan-bangunan di negara kita terutama yang berkaitan dengan bidang hukum,” pungkasnya.
Pelaksanaan kegiatan ini sendiri telah memasuki tahun ke empat di Harvard University. Kali ini, tercatat sekira 650 makalah yang dipresentasikan oleh akademisi maupun praktisi dari berbagai belahan negara.
(Margaret Puspitarini)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.